Pemerintah Optimis SDM Industri Siap Hadapi MEA 2015

372

JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengklaim sudah melakukan berbagai langkah strategis untuk menyiapkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terampil sesuai kebutuhan industri saat ini. Terlebih lagi dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai pada akhir 2015.

“Pemberlakuan MEA 2015 akan menjadi tantangan bagi Indonesia, mengingat jumlah penduduk yang sangat besar sehingga menjadi tujuan pasar bagi produk-produk negara ASEAN lainnya,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Indonesia Human Capital Study (IHCS) 2015 di Jakarta, Kamis (22/10).

Adapun target program pengembangan SDM industri pada tahun 2015, yaitu: (1)tersedianya tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten sebanyak 21.880 orang; (2)tersedianya SKKNI bidang industri sebanyak 30 buah; (3)tersedianya LembagaSertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi(TUK) bidang industri sebanyak 20 unit; (4)meningkatnya pendidikan dan skill calon asesor dan asesor kompetensi dan lisensi sebanyak 400 orang; dan (5) Pendirian 3 akademi komunitas di kawasan industri.

Menteri Saleh mengatakan industri tekstil dan produk teksktil (TPT) merupakan salah satu sektor yang telah merasakan manfaaat dari pelaksanaan program Kementerian Perindustrian. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kompetensi SDM industri melalui pelatihan operator mesin garmen dengan konsep three in one, yaitu pendidikan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja.

Menurut Menperin, seiring dengan meningkatnya kinerja industri TPT, terjadi pula peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sektor padat karya tersebut. Tidak saja pada tingkat operator tetapi juga untuk tingkat ahli D1, D2, D3, dan D4.

 Hal ini tercermin dari data permintaan tenaga kerja tingkat ahli ke Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Kementerian Perindustrian yang setiap tahun mencapai 500 orang, sementara STTT Bandung hanya mampu meluluskan 300 orang per tahun.

Untuk memenuhi sebagian permintaan atas tenaga kerja tingkat ahli bidang TPT, maka mulai tahun 2012 Kementerian Perindustrian menyelenggarakan program pendidikan Diploma 1 dan Diploma 2 bidang tekstil di Surabaya dan Semarang, bekerjasama dengan STTT Bandung, PT. APAC Inti Corpora dan Asosiasi serta perusahaan industri tekstil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Selain itu, pada tahun ini Pusdiklat Industri Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Asosiasi Tekstil dan Pemerintah daerah Kota Solo juga akan membuka Akademi Komunitas Industri TPT untuk program Diploma 1 dan Diploma 2 di Solo Techno Park. Para lulusan program pendidikan Diploma 1 dan 2 tersebut seluruhnya ditempatkan bekerja pada perusahaan industri.

Oleh karena itu, Menperin menyambut baik program diklat operator mesin Industri garmen berbasis 3 in 1, dan juga mengapresiasi program-program pendidikan vokasi berbasis kompetensi untuk menyiapkan tenaga kerja ahli bidang industri TPT mulai tingkat Ahli Pertama (Diploma 1) sampai dengan tingkat Ahli (Diploma 4), baik yang telah berjalan maupun yang akan dikembangkan.

Sementara itu, untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM), Kementerian Perindustrian fokus melaksanakan Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan. Program ini untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha baru serta meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM IKM agar tumbuh menjadi wirausaha yang tangguh, bertanggung jawab dan mampu bersaing di pasar global.

M