Necropolis ‘Kerajaan Baru’ 3.400 Tahun Ditemukan di Mesir

573
necropolis, kuburan batu kuno zaman firaun
Salah satu dari kuburan batu necropolis yang ditemukan di Gebel el Sisila.

Sebuah pekuburan luar biasa 3.400 tahun telah ditemukan di situs penggalian Mesir, Kementerian Purbakala mengumumkan pada hari Rabu kemarin.

Terdiri dari puluhan potong kuburan batu, necropolis atau pekuburan Kerajaan Baru tersebut ditemukan di Gebel el Sisila, situs utara dari Aswan dikenal untuk pertambangan batu pada kedua sisi sungai Nil. Batu-batu yang digunakan dalam membangun hampir semua kuil besar Mesir kuno diambil dari sana.

“Sejauh ini kami telah mendokumentasikan lebih dari 40 makam, termasuk sebuah kuil kecil di tepi sungai Nil. Banyak makam berada dalam kondisi yang buruk. Mereka telah menderita erosi berat dan pembusukan ekstrim karena air naik dan kandungan garam yang tinggi,” kata Maria Nilsson, arkeolog dari Lund University, direktur Gebel el Silsila Survey Project, mengatakan kepada Discovery News.

Nilsson dan teman sejawat, John Ward, berkonsentrasi pada pembersihan terhadap pemilihan benda-benda halus secara hati-hati pada makam. Tim mereka bekerjasama dengan Departemen Purbakala maupun Kom Ombo dan Inspektorat Aswan dibawah Direksi Umum Abd el Menum dan Nasr Salama.

Kuil tersebut adalah tempat perlindungan terbuat dari potongan batu-batu yang menampilkan dua kamar terbuka menghadap ke sungai dan pintu bagian dalam dimahkotai dengan cakram matahari bersayap. Pemakaman-pemakaman tersebut, terdiri dari satu sampai dua ruangan dari potongan batu tanpa dekorasi, dengan satu atau lebih ruang bawah tanah memotong lantai dasar batuan.

Dalam beberapa kasus para arkeolog menemukan sisa-sisa tutup asli.

Umumnya diakses melalui serangkaian tangga yang turun ke dalam ruangan persegi dari potongan batu kasar, makam memiliki pintu masuk yang mempunyai celah bukaan berbetuk persegi yang menghubungkan celah vertikal menuju pintu yang lain. Hal ini akan mempermudah, jenis penutupan yang menutup secara vertikal dan berat.

“Karena kurangnya dekorasi eksterior atau interior, identitas orang terkubur masih belum diketahui saat ini,” kata Nilsson.

Karena pemakaman cukup rumit dalam gaya mereka, Nilsson dan Ward berspekulasi kuburan-kuburan tersebut bukan untuk para pekerja tambang, tetapi lebih diperuntukan untuk orang yang berpangkat lebih tinggi.

“Namun, semakin tinggi pejabat, perdana menteri dan yang tingkat yang aktif di Silsila dikuburkan di Thebes, sehingga kemungkinan bahwa orang dimakamkan di kuburan ini milik tingkatan di bawah pejabat. Kami masih mempelajari ini, “kata Nilsson.

Fragmen-fragmen telah terlapisi lumpur, mungkin sisa-sisa peti mati yang dihiasi, potongan pembungkus mumi dan berbagai manik-manik dan jimat, menunjukan penguburan tersebut dirancang untuk individu yang mempunyai status yang cukup.

Para arkeolog juga menemukan sebuah cincin dengan stempel yang dapat diganti, yang menggambarkan ukiran Firaun Thuthmosis III “Men-kheper-re” dan scarab (seekor kumbang kotoran besar wilayah Mediterania timur, dianggap suci di Mesir kuno) juga bertuliskan nama firaun.

Sisa-sisa kuburan Kerajaan Baru termasuk penyimpanan bejana, kendi bir, dan wadah sebagai tempat bernazar/bersumpah.

Penggalian itu bukan tugas yang mudah. Karena makam yang terkena dampak banjir Nil tahunan, para arkeolog harus berurusan dengan gangguan lapisan-lapisan endapan yang berisi tembikar, tulang, manik-manik dan lumpur Nil, dicampur dengan sisa-sisa hewan, termasuk buaya.

“Analisa awal dari tulang menunjukkan pemakaman pria, wanita dan anak-anak dari segala usia. Yang penting, ini menunjukkan tempat tinggal yang lebih permanen di Gebel el Silsila daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata Ward. (ran)