Mumi Tokoh Kunci Kerajaan Tengah Mesir Kuno Ditemukan

478
'Sattjen tokoh kunci dalam Kerajaan Tengah
Meskipun berusia 3.800 tahun, mayat itu ditemukan dalam kondisi yang sangat baik, dan para peneliti dapat meperlihatkan bahwa tubuh aslinya dibungkus kain dan disimpan di dalam dua peti mati dari kayu.

Mumi wanita Mesir kuno 3.800 tahun telah ditemukan di pekuburan batu kuno dan digambarkan sebagai salah satu tokoh paling penting dalam sejarah peradaban saat itu.

Arkeolog telah menggali makam tersebut di pekuburan Qubbah el-Hawa di tenggara Mesir dan percaya itu milik seorang wanita bernama ‘Sattjeni’, tokoh kunci dalam Kerajaan Tengah. Mereka mengatakan mayat itu ditemukan dalam kondisi yang sangat baik, terbungkus kain dan tersimpan di dalam dua peti mati dari kayu.

“Penemuan ini adalah sebuah sejarah yang penting karena Sattjeni adalah salah satu tokoh paling penting di Kerajaan Tengah, menjadi ibu dari Heqaib III dan Amaeny- Senb, dua dari otoritas tertinggi Elephantine di bawah pemerintahan Amenemhat III, sekitar abad 1800-1775 SM,” ungkap Dr Mahmoud Afify, kepala Bidang Arkeologi Mesir Kuno di Departemen Purbakala.

Dia mengatakan bagian dalam peti mati dalam kondisi baik sehingga para peneliti bahkan akan dapat memberitahu tahu di mana pohon yang digunakan untuk membuat peti itu dipotong.

Selain itu, sisa-sisa dari cartonnage, jenis bahan untuk membuat topeng pemakaman Mesir dari Periode Menengah Pertama dan seterusnya, yang terbuat dari lapisan linen atau papirus tertutup di dalam plester, juga ditemukan menutupi wajah mumi.

mumi 3.800 tahun jaman kerajaan tengah mesir kuno
Mumi berusia 3.800 tahun tersebut ditemukan di pekuburan batu Qubbah el-Hawa (foto) di tenggara Mesir

“Sattjeni adalah tokoh kunci dari dinasti lokal kala itu. Dia adalah putri dari nomarch  Sarenput II dan, setelah kematian dari semua anggota laki-laki dalam keluarganya, dia adalah pemegang unik dari hak dinasti dalam pemerintahan Elephantine,” kata Dr Alejandro Jiménez-Serrano, seorang peneliti di Jaén University di Spanyol yang membantu melakukan penggalian.

Para arkeolog telah mencoba untuk mengumpulkan silsilah penguasa Elephantine, dan para pejabat mengatakan bahwa penemuan mumi Sattjeni ini akan membantu. Keluarga Sattjeni ini memerintah Elephantine sekitar tahun 1800 SM, dan menduduki tepat di bawah keluarga Firaun yang berkuasa.

Tim telah bekerja di Qubbah el-Hawa sejak 2008 dan telah menemukan beberapa mumi utuh, termasuk Heqaib III anak laki-laki Sattjeni.

Kerajaan Tengah

Kerajaan Tengah (juga dikenal sebagai Masa Penyatuan Kembali) adalah periode dalam sejarah Mesir kuno antara sekitar abad 2000 SM dan 1700 SM, yang membentang dari pembentukan Dinasti Ke-11 sampai akhir Dinasti Ke-12, beberapa penulis memasukkan dinasti ke-13 dan ke-14 di Periode Menengah Kedua. Selama periode ini, Osiris menjadi dewa yang paling penting dalam kepercayaan populer.

Periode ini terdiri dari dua tahap, Dinasti ke-11 yang memerintah dari Thebes dan Dinasti ke-12 dan seterusnya yang dipusatkan di el-Lisht. Kedua dinasti awalnya dianggap sepenuhnya wilayah dari kerajaan bersatu ini, tetapi sejarawan sekarang mempertimbangkan Dinasti ke-13 untuk setidaknya sebagian milik Kerajaan Tengah.

Kerajaan Tengah telah diberi label oleh sejarawan sebagai Zaman Keemasan karena stabilitas ekonomi, sosial dan politik dari periode waktu tersebut. Perdagangan, seni dan sastra semua berkembang di Kerajaan Tengah. Nubia menjadi pusat utama perdagangan di sepanjang sungai Nil, dimana melayani sarana transportasi untuk gading, kayu eboni, kulit macan tutul dan bulu burung unta, bertukar komoditas dan budak-budak dengan barang-barang manufaktur dan senjata.

Setiap provinsi, juga disebut sebagai nome, pada dasarnya adalah kota independen yang dipimpin oleh nomark. Tugas nomarch termasuk mengumpulkan pajak dan perekrutan tenaga kerja untuk proyek-proyek kerajaan. (ran)