Tensi Politik Tinggi, Jokowi Minta Pengusaha Tak Percaya Gosip

224
Presiden Joko Widodo saat pidato di sidang tahunan MPR RI Selasa 16 Agustus 2016 (Istimewa)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta kepada pengusaha untuk tak langsung percaya dengan berbagai rumor dan gosip yang terjadi akhir-akhir ini. Kondisi tersebut dinilai wajar terkait memanasnya suhu politik terutama menjelang Pilkada DKI Jakarta.

“Gosip, rumor sekarang ini juga banyak di media sosial. Tapi jangan langsung dipercaya. Banyak rumor, banyak gosip yang banyak tidak benarnya,” kata Jokowi saat berpidato di pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Real Estate Indonesia (REI) XV Tahun 2016, di Grand Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Pada saat pertemuan pengusaha real estate itu, Jokowi mengaku jika akhir-akhir ini dirinya bertemu dengan pihak swasta dan dunia usaha lalu yang dipertanyakan kepada dirinya bukan soal ekonomi, tapi persoalan politik.

Jika kemudian ditanyakan soal politik, Jokowi mempersilakan kepada pengusaha untuk bertanya langsung kepada politikus senior yakni Akbar Tandjung, MS Hidayat dan Theo Sambuaga yang hadir pada munas real estate itu.

Jokowi menuturkan kondisi politik pada saat ini sebetulnya bukan mendadak, walaupun suhu politik dinilai tensinya sedikit naik. Namun hal demikian bukan apa-apa, karena wajar dan terjadi setiap saat menjelang atau dalam kurun kampanye Pilkada mulai Pilgub, Pilihan Bupati dan Wakil Bupati, Pilihan Walikota dan Wakil Walikota.

Menurut Jokowi, memanasnya suhu politik tak hanya terjadi pada saat ini saja. Akan tetapi, kondisi saat ini memang istimewa terutama Pilgub di Jakarta. Meskipun sebenarnya Pilihan Gubernur, Pilihan Bupati dan Walikota  terjadi pada 101 provinsi, kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Namun demikian, Pilkada yang  disorot adalah DKI Jakarta.

Oleh karena itu, atas banyak gosip dan rumor yang berkembang di media sosial. Jokowi mengajak kepada para pengusaha tak langsung percaya dengan rumor berseliweran yang belum tentu benar.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengatakan kondisi bangsa pada saat ini memerlukan kondisi kebangsaan untuk menjadikan perpolitikan Indonesia semakin dewasa. Tak hanya itu, berbagai kondisi politik diharapkan ke depannya, Indonesia semakin tangguh dan kuat.

“Bahwa benar memang kita perlu konsolidasi kebangsaan, perlu konsolidasi kenegaraan kita agar Bangsa Indonesia, kita menjadi semakin kuat, menjadi semakin tangguh, menjadi semakin dewasa dalam berpolitik, menjadi semakin matang dalam berpolitik,” katanya. (asr)