Lukisan Kuno 40.000 Tahun di Gua Sulawesi Menantang Sejarah

324
lukisan kuno cavepopcorn
Gambar stensil tangan di sebuah gua di Sulawesi termasuk seni prasejarah seusia dengan seni prasejarah di Eropa yang terkenal, menurut sebuah studi baru menunjukkan nenek moyang kita telah berkreasi dengan gambar di seluruh dunia pada 40.000 tahun yang lalu. Dan ini mengisyaratkan kreativitas yang lebih awal pada manusia modern daripada yang diduga ilmuwan. (AP Photo / Kinez Riza, Nature Magazine)

Dalam rubrik Beyond Science, Epoch Times mengeksplorasi penelitian dan cerita terkait fenomena dan teori-teori yang menantang pengetahuan kita saat ini. Kami menggali ide-ide yang merangsang imajinasi dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru. Silakan bagi pengalaman Anda dengan kami pada topik yang kadang-kadang kontroversial ini.

Sejak kecil, anak-anak di sekolah diajarkan mengenai Teori Evolusi di mana manusia berasal dari seekor kera. Seiring berjalannya waktu, kera kemudian berevolusi menjadi manusia seperti kita sekarang ini. Pendukung teori ini juga menyatakan bahwa manusia berasal dari satu sumber. Namun, penemuan berikut seperti menyangkal teori yang kita pegang selama ini.

Gua bergambar kuno di Indonesia termasuk seni prasejarah yang seusia dengan seni prasejarah di Eropa yang terkenal, menurut sebuah studi yang menunjukkan nenek moyang kita telah berkreasi dengan gambar di seluruh dunia pada 40.000 tahun yang lalu.

Ini mengisyaratkan kreativitas yang lebih awal pada manusia dari dugaan ilmuwan semula.

Para arkeolog memperkirakan selusin gambar stensil tangan dengan warna murbei merah dan dua gambar detail binatang yang digambarkan sebagai “babi-rusa,” berusia antara 35.000 sampai 40.000 tahun, berdasarkan tingkat peluruhan unsur uranium. Hal ini menempatkan seni yang ditemukan di Sulawesi (sebelah tenggara Kalimantan), berada dalam kisaran periode yang sama dengan seni yang ditemukan di Spanyol dan sebuah gua yang terkenal di Perancis.

Salah satu cetakan tangan dari Indonesia, yang diperkirakan setidaknya berusia 39.900 tahun, saat ini merupakan salah satu gambar stensil tangan tertua yang dikenal oleh ilmu pengetahuan, menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature.

Lebih dari 100 gambar di gua Indonesia telah dikenal sejak tahun 1950. Pada 2011, para ilmuwan mendapatkan beberapa tonjolan batuan – yang disebut “cavepopcorn” – pada gambar. Kandungan deposit mineral memungkinkan untuk menggunakan teknologi baru dari peluruhan uranium untuk mengukur berapa umur seni itu. Jadi mereka menguji “cavepopcorn” yang telah berkembang di sekitar gambar stensil dan memperkirakan usia minimumnya. Usianya hampir 40.000 tahun.

“Hal itu diluar ekpektasi,” kenang pemimpin penulis studi Maxime Aubert, seorang arkeolog dan ahli geokimia di Griffith University Australia.

“Mengamati lukisan tersebut, detil pada gambar hewan benar-benar didesain dengan sempurna. Kemudian ketika Anda melihatnya dalam konteks ‘gambar yang berusia 40.000 tahun’, itu adalah hal yang luar biasa,” kata Aubert dalam sebuah wawancara telepon dari Jakarta, Indonesia.

Ahli paleoantropologi John Shea dari Stony Brook University di New York, yang tidak ikut dalam tim studi, menyebutkan bahwa ini adalah penemuan penting yang mengubah apa yang diketahui ilmu pengetahuan tentang manusia dan seni purba.

Menurut Albert, sebelum penemuan ini, para ahli memiliki pandangan Eropa-sentris mengenai bagaimana, kapan, dan dimana manusia mulai mengenal seni. “Mengetahui kapan seni dimulai, hal yang cukup penting karena “akan mendefinisikan kelompok tersebut dalam suatu spesies,” katanya.

Shea menulis dalam sebuah email: “Sebenarnya banyak dari kita yang akan mengalami kesulitan untuk mereplikasi lukisan seperti itu, mereka [orang-orang yang melukis di gua-gua Indonesia] bahkan mungkin lebih mahir dalam hal ini.”

Dari penemuan-penemuan terbaru ini, muncul sebuah pertanyaan. Apabila kita memakai Teori Evolusi, bagaimana mungkin seekor kera melukis karya seni pada gua-gua ini?
Dan sampai sekarang Teori ini masih diajarkan kepada anak-anak di sekolah. Sudah saatnya kita selaku orang tua memberi pemahaman. (Theepochtimes.com/Feb/Dpr/ran)