Mudik Imlek, Pemuda Singkawang Disambut Turnamen Futsal

261
Jelang Suasana Imlek di Singkawang (Foto : Wayan Adi/Istimewa)

Singkawang  – Imlek dan Cap Go Meh sudah menjadi tradisi yang membudaya di Indonesia, termasuk di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Terlebih, Imlek dan Cap Go Meh di Kota Amoy selalu dimeriahkan oleh atraksi Tatung, hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Budaya lokal. Bahkan, atraksi Cap Go Meh sudah menjadi agenda rutin pariwisata Indonesia.

Bagi masyarakat Tionghoa, Imlek dan Cap Go Meh adalah saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga besar. Mereka yang bekerja di luar daerah, dan bahkan luar negeri akan menyempatkan diri untuk pulang mudik pada saat Imlek dan Cap Go Meh.

Maka bisa dipastikan, generasi muda Tionghoa asal Singkawang dan sekitarnya juga turut mudik. Tentu saja jumlah pemudik tidak bisa dibilang sedikit. Karena beberapa wilayah di Pantai Utara Kalimantan Barat, mayoritas warganya adalah suku Tionghoa. Sedangkan lapangan pekerjaan yang masih minim, membuat mereka harus mengadu nasib ke luar derah dan luar negeri.

“Tidak dapat dipungkiri, banyak juga generasi muda Tionghoa yang mudik pada saat Imlek. Nah, darah dan energi muda ini, alangkah baiknya kalau di salurkan untuk kegiatan positif. Karena itulah, tahun ini kami kembali menggelar Turnamen Futsal Imlek Cup, untuk kali ke tiga,” ujar Ketua Panitia Imlek Cup III, Ghozali, Minggu (8/1/2017).

Peserta Tionghoa Panitia Melayu

Walau peserta Imlek Cup III dikhususkan untuk peserta Tionghoa, Inisiator dan panitia inti turnamen bukanlah suku Tionghoa. Panitia turnamen adalah para pemuda Melayu. Mereka tergabung dalam Biak Muda Singkawang, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Selain untuk menyediakan ajang menyalurkan semangat para generasi muda, turnamen ini juga diharapkan bisa berkontribusi dalam membangun semangan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga kebersamaan antar suku yang ada di Indonesia bisa semakin erat.

“Kami ingin berkontribusi dalam mencegah disintegrasi bangsa dan mengikis dikotomi suku yang ada. Kami tahu itu tidak mudah, masih ada yang memandang usaha kami ini dengan sebelah mata. Kami tahu ini sulit, tapi kami yakin, kami bisa memberikan kontribusi walau tidak besar. Sebab masalah dikotomi suku tidak bisa diselesaikan dalam satu atau dua tahun, ini membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan bisa berpuluh tahun,” sambung Seli.

Turnamen dalam rangka memeriahkan tahun baru Imlek 2568 dan Cap Go Meh 2017 ini akan kembali digelar di Happy Futsal di kawasan Pasar Baru, Pasiran. Panitia membatasi peserta hanya sebanyak 32 tim futsal.

Panitia pun sudah menyiapkan hadia uang pembinaan, piagam, dan throphy untuk juala pertama hingga ke-empat. Selain itu, Top Scorer dan Pemain terbaik juga sudah ditunggu hadiah menarik. Penyerahan hadiah rencananya akan digelar pada puncak peringatan festival Cap Go Meh. (Wayan Adi/ asr)