Bukti Geologi Menunjukkan Sphinx Sudah Ada Sejak 800 Ribu Tahun Silam (2)

275
Ilustrasi Sphinx. (internet)

Menurut penuturan Manichev dan Parkhomenko, bahwa di daerah pegunungan dan pesisir Kaukasus dan Crimea, memiliki jenis erosi angin yang berbeda secara morfologis dengan fitur erosi yang terjadi pada Sphinx. Pada dasarnya, mereka berpendapat bahwa erosi angin tersebut memiliki efek yang sangat kecil, terlepas dari komposisi geologi dari batuan.

“Dalam ekspedisi bidang geologi kami di pegunungan yang berbeda dan zona littoral dari Krimea dan Kaukasus kita bisa sering mengamati berbagai bentuk erosi. Keadaan erosi angin disana sangat berbeda dengan erosi angin pada Sphinx. Sebagian besar bentuk alami dari pelapukan memiliki karakteristik yang datar, namun, komposisi litologi batuan dengan pelapukan itu bersifat independen dan tidak ada hubungannya,” kata Manichev dan Parkhomenko.

Mereka menjelaskan lebih lanjut, “Pengalaman pribadi kami dalam penyelidikan ilmiah geologi dari pantai laut memberikan alasan untuk menarik kemiripan dengan Sphinx, dan dapat mengemukakan adanya mekanisme lain dari kerusakan Sphinx. Para ahli geologi, yang bekerja di bidang laut pantai geomorfologi menjulukinya sebagai lekuk bergelombang (Morskaya Geomorfologiya, 1980). Mereka bisa berupa satu tingkat dan bertingkat-tingkat.

Mereka terbentuk secara horizontal pada permukaan air laut, jika pantai membentuk dinding vertikal (tebing).”

Manichev dan Parkhomenko mengemukakan mekanisme alami baru yang dapat menjelaskan gerak bergelombang dan bentuk misterius Sphinx. Mekanisme ini adalah dampak dari gelombang di bebatuan dari pantai. Pada dasarnya, ini bisa berdampak dalam periode ribuan tahun pembentukan satu atau lebih lapisan riak, sebuah fakta yang jelas terlihat, misalnya, di tepi Laut Hitam. Proses ini, yang terjadi secara horizontal, misalnya ketika gelombang memukul batu ke permukaan, akan menghasilkan keausan atau pengikisan batu.

Faktanya adalah bahwa rongga-rongga yang diamati pada Sphinx membuat ilmuwan Ukranian berpikir bahwa monumen besar ini bisa saja dipengaruhi oleh proses di atas, bukan disebabkan oleh banjir berkala Sungai Nil.

Manichev dan Parkhomenko yakin bahwa Sphinx mungkin terendam untuk waktu yang lama di bawah air dan untuk mendukung hipotesis ini, mereka menunjuk ke arah literatur studi geologi dari Dataran Giza yang ada.

Menurut studi tersebut pada akhir periode geologi Pliosen (antara 160 juta dan 520 juta tahun yang lalu), air laut pernah membanjiri lembah sungai Nil, dan secara bertahap menciptakan banjir di daerah tersebut. Hal ini menyebabkan pembentukan deposit endapan danau yang membuatnya lebih tinggi 180 m di atas permukaan dari Laut Mediterania-nya sekarang.

Menurut Manichev dan Parkhomenko, ini adalah permukaan laut selama fase Calabria yang paling dekat dengan tanda kala itu, dan ini adalah bagian cekungan tertinggi dari Sphinx. Tingkat tinggi air laut juga menyebabkan sungai Nil meluap dan menciptakan genangan air yang berlangsung lama dan dari sisi waktu juga sesuai dengan masa 800.000 tahun silam.

Apa yang kita miliki di sini adalah bukti yang bertentangan dengan teori konvensional kerusakan yang disebabkan oleh pasir dan air, teori sudah lama dikritik oleh West dan Schoch, bahwa selama berabad-abad, tubuh Sphinx terendam oleh pasir gurun, sehingga angin dan erosi pasir tidak akan menyebabkan kerusakan yang misterius pada Sphinx.

Namun, Schoch dengan jelas melihat bahwa erosi disebabkan oleh hujan yang terus menerus. Ahli geologi Ukraina melihat efek dari erosi yang disebabkan oleh kontak langsung dari perairan danau yang terbentuk di Pleistosen pada tubuh Sphinx. Ini berarti bahwa Sphinx Mesir adalah salah satu monumen tertua di permukaan bumi, dan menggulingkan secara drastis masa tentang asal muasal dan peradaban manusia. .

Beberapa ahli mungkin akan mengatakan bahwa teori yang diusulkan oleh Manichev dan Parkhomenko sangat ekstrim karena menempatkan Sphinx di era di mana tidak ada manusia berdasarkan pola evolusi yang diakui saat ini.

Selain itu, sebagaimana yang telah terbukti, dua kuil yang berdekatan dengan Sphinx dibangun dengan batu raksasa yang sama, artinya penanggalan baru Sphinx membawa monumen ini dan Sphinx kembali pada 800.000 tahun yang lalu. Dengan kata lain, ini berarti bahwa peradaban kuno yang menghuni planet kita ini jauh lebih lama dari masa yang bisa diterima para ilmuwan mainstream. (Zhengjian.net/joni/rmat)

SELESAI