Seni Tuang dengan Poci Bermulut Panjang dalam Budaya Teh Tiongkok

140
Juru tuang teh sedang mempertontonkan kebolehannya dalam menuang air teh. (video screenshot)

Poci bermulut panjang merupakan salah satu poci unik yang diyakini berasal dari Emeishan (Gunung Emai) Sichuan, Tiongkok.

Seni menuang dalam budaya minum teh itu sudah mulai dipertontonkan sejak masa Dinasti Sung.

Juru tuang biasanya akan menari-nari dengan membawa poci bermulut panjang itu kemudian mengisi air teh ke dalam cangkir para tamu dengan tidak ada yang tercecer.

Seorang gadis juru tuang teh sedang memperagakan ‘Burung Phoenix Terbang di 9 Langit’. (video screenshot)

Poci bermulut panjang itu memang memiliki berbagai sebutan di masyarakat, tetapi umumnya dipanggil berdasarkan ukuran panjang dari mulut pocinya.

Poci beraliran pendek yaitu poci dengan panjang mulut poci yang di bawah 3 inci, Poci beraliran menengah adalah poci dengan panjang mulut poci dari 3 inci sampai 2 kaki (60cm).

Poci beraliran panjang memiliki panjang mulut poci sampai 3 kaki (90cm). Poci yang digunakan dalam atraksi-atraksi ada yang memiliki panjang mulut sampai 3 kaki 6 inci atau +/- 105 cm. Badan poci biasa dibuat dari bahan tembaga murni.

2 orang gadis juru tuang teh poci bermulut panjang sedang mempertontonkan keterampilan mereka. (video screenshot)

Apakah para juru tuang itu akan memainkan tarian-tarian kungfu, atau “Burung Phoenix Terbang di 9 Langit” sambil diiringi instrumen musik klasik, yang pasti keanggunan dan keterampilan mereka dalam menyajikan minuman teh itu pasti akan membuat kita teringat akan ceritera orang tentang raja dalam acara minum teh di istana.  (Sinatra/rmat)