Ditemukan Lubang Hitam Baru dengan Massa 2200 Kali dari Massa Matahari

218
Massa lubang hitam supermasif Markarian 335 adalah 10 juta kali dari massa matahari, namun, diameternya hanya 30 kali diameter matahari.(NASA/JPL-Caltech)

Para astronom menemukan sejenis lubang hitam baru. Massanya diantara lubang hitam kecil dengan lubang hitam supermasif.

Ini adalah lubang hitam massa menengah, massa-nya 2.200 kali massa matahari, terletak di tengah gugus bintang bola 47 Tucanae di konstelasi Toucan. Gugus bintang ini berusia12 miliar tahun, berada sekitar 13.000 tahun cahaya dari Bumi.

Diameter penyebaran gugus bintang 47 Tucanae ini sekitar120 tahun cahaya, berisi sekitar tiga juta bintang, termasuk sekitar dua puluh pulsar.

Para peneliti mengatakan gugus bintang 47 Tucanae ini pernah teramati sebelumnya, tetapi tidak menemukan lubang hitam.

Sekelompok penelitian ilmiah internasional seperti dilansir situs teknologi Gizmodo Australia, Kamis (9/2/2017) mengatakan, bahwa ditemukannya bukti keberadaan lubang hitam massa menengah di ruang gugus bintang tersebut.

Untuk pertama kalinya para ilmuwan telah mengkonfirmasi keberadaan lubang hitam bermassa menengah di alam semesta.

Dr. Bulent Kiziltan, pemimpin studi dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics mengatakan, dengan ditemukannya lubang hitam massa menengah ini dapat membantu menjelaskan misteri asal usul lubang hitam supermasif.

Karena komunitas astronomi selama ini selalu mengira banyak lubang hitam ukuran kecil secara bertahap menyatu dan menjadi lubang hitam supermasif, dan dalam proses penggabugan tersebut seharusnya ada banyak lubang hitam massa menengah.

“Lubang hitam massa menengah mungkin telah menjadi benih lubang hitam supermasif seperti yang terlihat di pusat galaksi sekarang,” ujar Kiziltan.

Dr. Holger Baumgardt peneliti dari University of Queensland School of Mathematics and Physics yang terlibat dalam penelitian tersebut menjelaskan, bahwa lubang hitam yang dikenal saat ini dibagi menjadi dua kategori.

Pertama, adalah lubang hitam kecil yang massanya setara dengan sebuah bintang, dengan massa beberapa kali dari massa matahari.

Kedua adalah lubang hitam dengan massa super besar (dikenal juga sebagai lubang hitam supermasif), dengan massa jutaan atau miliaran kali massa matahari.

“Para astronom menduga, bahwa di alam semesta seharusnya terdapat lubang hitam massa menengah antara 100 – 10.000 kali massa matahari. Tapi sampai sekarang, belum ditemukan bukti yang kuat adanya lubang hitam massa menengah,” jelas Baumgardt.

Menurut penuturan Kiziltan, sebagian besar metode untuk mengeksplorasi lubang hitam adalah terdeteksi sinar-X, tapi ini hanya berlaku dalam kondisi lubang hitam menelan bintang-bintang.

Berdasarkan gerakan dan jarak bintang di gugu bintang 47 Tucanae, para peneliti menemukan bukti mekanik terkait eksistensi lubang hitam. Selain itu, mereka juga mendeteksi bukti dari lubang hitam kedua, sinyal radio dari pulsar.

Studi terkait dipublikasikan dalam jurnal “Nature” edisi terbaru. (Epochtimes/Lin Shi Yuan/joni/rmat)