Tiongkok Deportasi 32 Orang Misionaris Kristen Korea Selatan

56
Gara-gara THAAD, hubungan Tiongkok - Korea Selatan jadi tegang. (internet)

Oleh Zhang Ting

Pihak berwenang Beijing, Tiongkok mendeportasi 32 orang misionaris Kristen Korea Selatan. Selain itu Beijing juga menangkap seorang warga Korea Selatan. Hal itu diungkapkan oleh pejabat Korea Selatan pada Sabtu (11/2/2017) lalu.

Reuters mengutip media Korea Selatan melaporkan bahwa ke-32 orang Korea Selatan tersebut adalah para misionaris penyebar agama Kristen yang berada di sekitar kota Yanji (Yeongil), Tiongkok. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja di sana lebih dari 10 tahun.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Jumat (11/2/2017) menyampaikan bahwa pihaknya sudah secara singkat menjelaskan situasinya kepada kelompok Kristen. Mereka itu sudah dideportasi pada Januari.

Pada Sabtu (12/2/2017), seorang misionaris Kristen Korea Selatan yang tidak bersedia disebutkan namanya menginformasikan kepada Reuters di Seoul, bahwa satu orang misionaris Korea Selatan dan satu orang pendeta Kristen warganegara AS asal Korea Selatan telah ditangkap polisi Tiongkok. Mereka ditangkap dari hotel tempat mereka menginap di kota Yanji (Yeongil) pada Kamis (9/2/2017).

Reuters menyebutkan bahwa, gara-gara Korea Selatan memberikan ijin kepada AS untuk menempatkan perangkat anti rudal AS THAAD di wilayahnya, ketegangan dengan Tiongkok jadi meningkat. Masyarakat Korea Selatan umumnya beranggapan bahwa kejadian pengusiran misionaris ini sebagai bagian dari balas dendam Tiongkok terhadap Korea Selatan.

Namun, pejabat Korea Selatan mengatakan, tidak ditemukan adanya hubungan antara kejadian deportasi dengan THAAD.

“Belum menerima penjelasan resmi dari pihak Tiongkok. Belum ada konfirmasi terkait dengan penempatan THAAD,” kata pejabat itu.

Reuters melaporkan, meskipun pemerintah Tiongkok sendiri berujar memberikan kebebasan beragama, tetapi mengendalikan secara ketat kegiatan keagamaan. hanya memungkinkan lembaga keagamaan yang diakui yang berkegiatan.

Media Korea Selatan melaporkan bahwa diperkirakan sekitar 1000 orang misionaris Korea Selatan yang bertugas di Tiongkok, sebagian besar dari mereka itu berada di provinsi Timur Laut Tiongkok untuk menyebarkan agama. Mereka sekaligus memberikan bantuan bagi warga Korut yang datang hendak pergi ke negara ketiga.

Beijing terus menentang Korea Selatan memberi ijin penempatan THAAD di wilayah perbatasan. Alasannya bahwa sistem anti rudal tersebut selain tidak mampu meredakan ketegangan hubungan Korea Utara dengan Selatan, malahan menimbulkan ancaman bagi keamanan Tiongkok.

Reuters melaporkan bahwa masyarakat Korea Selatan umumnya percaya, Beijing sedang mengambil langkah balas dendam terhadap Korea Selatan, termasuk yang akhir-akhir ini melarang artis Korea Selatan melakukan pertunjukan di Tiongkok.

Beberapa waktu sebelumnya, kelompok usaha Lotte Korea Selatan mengatakan bahwa investasi di bidang real estate mereka di Tiongkok yang bernilai belasan miliar Dollar AS telah dihentikan secara sepihak oleh pemerintah Tiongkok.

Media Korea Selatan menyebutkan, bahwa hal itu merupakan pertama kalinya, ada seorang pejabat Tiongkok yang membenarkan bahwa SARFT (Lembaga Administrasi Negara Press, Publikasi, Radio, Film dan Televisi Tiongkok) telah mengeluarkan “Surat Perintah untuk Membatasi Kegiatan bagi Korea Selatan” yang dikatakan sebagai bagian dari pembalasan terhadap Korea Selatan atas penempatan THAAD.

Reuters dalam pemberitaan terdahulu juga telah mengungkapkan bahwa Beijing juga menggunakan kemampuan dalam mengendalikan jumlah warga Tiongkok yang berwisata ke Korea Selatan untuk melampiaskan ketidakpuasannya terhadap Korea Selatan.

Seorang pejabat mengutip informasi yang disampaikan oleh perusahaan perjalanan Tiongkok dan Korea Selatan mengatakan bahwa CNTA (Lembaga Administrasi Pariwisata Tiongkok) telah meminta perusahaan perjalanan Tiongkok untuk menurunkan hingga sedikitnya 20 % jumlah wisatawan yang berkunjung ke Korea Selatan antara November (2016) hingga Februari (2017).

Pejabat Korea Selatan tersebut kemudian mengungkapkan bahwa pihak berwenang Tiongkok selama Januari, Februari ini telah tanpa alasan menolak memberikan persetujuan kepada 8 buah pesawat penumpang yang di-charter perusahaan perjalanan untuk terbang ke Korea Selatan. Menurutnya, penolakan itu jelas membawa kerugian bagi Korea Selatan. (epochtimes/sinatra/rmat)