Semuanya Berada dalam Sarang Iblis Tanpa Kecuali (2)

100
Kasus Xiao Jianhua dianggap sebagai kasus terbesar dewasa ini oleh penguasa Beijing, kini telah dipastikan bahwa di dalam internal PKT eksis kelompok anti Xi Jinping, mereka berhubungan sangat erat dengan para elit di sektor keuangan, satu diantaranya adalah Xiao Jianhua. (internet)

Kini PKT telah memastikan dalam internal PKT eksis sekelompok anti orang nomor satu RRT Xi Jinping. Mereka mempunyai hubungan sangat erat dengan  para elit di sektor keuangan, satu diantaranya adalah Xiao Jianhua.

Dengan demikian kejayaan Xiao Jianhua sampai disini telah berakhir. Ia akan menjadi objek pengorbanan berikutnya di tengah pertarungan antara penguasa politik PKT, mengikuti jejak elit sebelumnya.

Ketika Xiao mengerahkan seluruh kemampuannya berkolusi dengan sebagian penguasa PKT (dari kelompok Jiang) demi memperoleh kekayaan melimpah, mungkin tidak pernah terpikirkan dirinya akan bernasib menjadi objek penyelidikan PKT.

Ketika Wang Lin merasakan amat bangga dapat menjalin hubungan dengan penguasa PKT, mungkin juga tidak terpikirkan dirinya bisa berakhir dalam kondisi sangat mengerikan ini. Ketika Xu Ming menyandarkan diri kepada penguasa kota Chongqing Bo Xilai demi menjadi orang terkaya, mungkin dia juga tidak terpikirkan bisa mati di dalam penjara di provinsi Hubei.

Saat ini masih banyak pengusaha ‘top’ memanjat dan menyandarkan diri di sekeliling penguasa PKT, demi meraih kepentingan besar.

Mereka mungkin juga tidak terpikirkan dirinya akan mengalami nasib seperti Xu Ming dan lain-lainnya, mungkin juga mereka telah mengetahui akibatnya. Namun masih coba-coba mengadu nasib, mengharapkan dirinya dapat beruntung terhindar dari malapetaka, adakah yang terkecuali?

Pada 1959 mantan menteri pertahanan RRT marsekal Peng Dehuai menjadi marsekal pertama yang diganyang di RRT. Pada 1965 kepala staf militer RRT jendral Luo Ruiqing adalah orang pertama yang dipenjara atas tuduhan “anti revolusi.”

Pada 1967 sastrawan ternama Wu Han merupakan sastrawan  pertama yang bunuh diri karena tidak tahan atas kecaman yang dideritanya. Pada 1969 kepala negara RRT Liu Shaoqi menjadi orang besar pertama yang dianiaya hingga meninggal di tengah pergolakan politik saat itu.

Pada 1970 mantan Anggota Tetap Komite Politburo Pusat PKT Chen Boda disapu masuk ke dalam penjara Qingcheng, tempat penahanan mantan penguasa PKT.

Para mantan pejabat tinggi PKT tersebut di atas, pada akhirnya tetap tidak dapat terhindar dari nasib yang terbunuh oleh sistem komunis itu sendiri.

Sistem PKT yang secara diam-diam mengijinkan mereka melakukan korupsi, kini berbalik memenjarakan mereka atas tuduhan melakukan korupsi, lingkaran aneh tersebut selalu eksis bersama sistem jahat tersebut. Mereka semua berada dalam sarang iblis PKT, siapakah yang terkecuali?

Sebagai pimpinan tertinggi PKT pun (kasus Liu Shaoqi) juga tidak ada pengecualian.  Pendiri negara komunis Mao Zedong hampir saja terbunuh oleh Wang Ming, ketua PKT saat itu (pada tahun 1930-an).

Pimpinan inti generasi ke-2 PKT Deng Xiaoping juga mengalami 3 kali naik dan 3 kali turun tahta, karena diganyang dalam sistem PKT sendiri. Mantan sekjen PKT Hu Yaobang terpaksa turun tahta karena dikecam oleh sistem PKT dengan alasan tidak serius menentang “liberalisasi borjuis.”

Berhubung menaruh simpati terhadap mahasiswa patriotik (peristiwa Tiananmen), mantan sekjen PKT Zhao Ziyang diasingkan dalam tahanan rumah hingga kematian menjemputnya.

Mantan sekjen PKT Hu Jintao hampir terbunuh di Laut Kuning dalam pertarungan politik internal PKT. Sekjen PKT sekarang Xi Jinping melaksanakan program anti korupsinya secara serius, maka sering berada dalam kondisi bahaya atas serangan balik dari kelompok Jiang Zemin.

Boleh dikata, asalkan sistem jahat itu masih saja berlangsung, siapapun di daratan Tiongkok sewaktu-waktu dapat dihadapkan pada bahaya kematian akibat penganiayaan yang dilakukan oleh PKT.  (chuan ren/tys/whs/rmat)

SELESAI