Dari Suara Dering ke Nada, Simak Perubahan Ciri Telepon dari Mula Hingga Sekarang

104
telepon

“Jadi itukah telepon? Ia berdering dan Anda berlari,” kata pelukis terkenal Perancis, Edgar Degas.

Edgar hidup pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke -20. Sangat menarik apabila kita bandingkan orang yang hidup lebih seratus tahun lalu juga akan berkejaran apabila mendapat panggilan.

Tetapi saat ini orang-orang tidak lagi berkejaran untuk menjawab panggilan. Alat komunikasi ini ‘melekat’ terus di badan atau pakaian mereka.

Dari saat kita membuka mata untuk memulai hari hingg saat kita hendak memejamkan mata untuk beristirahat, alat komunikasi ini sudah menjadi bagian dari hidup kita.

“Teknologi bisa menjadi teman yang baik, dan teknologi juga bisa mengganggu kehidupan kita. Ia mengganggu cerita kita, mengganggu kebiasaan kita untuk berfikir atau bermimpi, memimpikan sesuatu yang indah, kerena kita terlalu sibuk menyusuri perjalanan kita dari kafeteria kembali ke kantor dengan telepon,” kata sutradara film terkenal, Steven Spielberg.

Tentunya penggunaan telepon pintar saat ini penting, tetapi kita harus bijak dalam penggunaannya agar tidak diperbudak teknologi ini. Malah mendiang Steve Jobs juga membatasi penggunaan iPad di rumahnya, walaupun perusahaannya sendiri yang menciptanya.

Saat ditanya seorang wartwan New York Times tentang reaksi anak-anaknya terhadap telepon pintar iPad, mendiang Steve menjawab, “Mereka belum menggunakannya lagi. Kami membatasi penggunaan teknologi di rumah kami.”

Jadi, mungkin lebih baik kita membatasi juga dari ketergantungan kita kepada alat teknologi ini.(Erabaru.my/Yant)