Setetes Air yang Berubah Menjadi Sungai

84

Setetes air, tidak peduli seberapa kecil, asalkan mengalir mengikuti arus yang baik, dan dapat bergabung dengan tetesan air lainnya akan berubah menjadi sungai, yang membasahi bumi, membawa kebaikan bagi dunia.

Jayda Smith-Atkins yang tinggal di Halifax Kanada, pada hari ini merayakan ulang tahun yang kedelapan. Setelah meniup lilin, makan kue, ibunya mengatakan akan memberinya kejutan, membawanya ke toko untuk membeli mantel yang diinginkan.

Jayda membawa pakaian yang baru di beli keluar dari toko, meskipun suhu di jalanan sangat dingin, tetapi hatinya sangat senang mendapat hadiah impiannya, dia merasa hatinya sangat hangat, sedikitpun tidak merasa dingin. Hatinya yang hangat dan gembira, melihat seorang pria gelandangan tergeletak menggigil di pinggir jalan. Dia seperti bebek melihat air, secara naluriah berjalan ke arahnya dan bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda?”

“Tidak ada, Saya hanya sedikit dingin.” Gelandangan tersebut menjawab.

Musim dingin di Halifax sangat berat, sering suhu bisa minus dua puluh derajat Celcius, setiap tahun pasti ada puluhan gelandangan yang tidak dapat melewatinya.

Jayda menarik ibunya untuk kembali ke toko, apa yang ingin dilakukan gadis kecil ini? Dia bilang ke ibunya bahwa ia akan menggunakan uang tabungannya di celengannya di rumah untuk membelikan mantel untuk gelandangan itu.

Sang ibu menyetujuinya, dan gelandangan yang memakai mantel baru terus mengucapkan terima kasih, “Jika tidak ada Anda, aku benar-benar tidak tahu apakah bisa bertahan menghadapi musim dingin ini!”

Gadis kecil ini sekarang berubah menjadi matahari kecil. Jayda mengatakan kepada ibunya: “Saya ingin semua gelandangan di jalanan dapat melalui musim dingin ini.”

“Di Halifax ada sekitar seribu gelandangan, kita tidak mampu untuk membeli pakaian baru untuk semua orang.”

“Tetapi kita bisa menyumbangan pakaian ekstra dan tidak dipakai untuk mereka!”

Jayda dan dan ibunya mulai mengumpulkan pakaian tua dari tetangganya, dan mencuci bersihnya, pada kenyataannya, hampir sama dengan baju baru.

Masalahnya adalah, bagaimana menyerahkan pakaian tersebut ke tangan para tunawisma? Berbuat kebaikan, tetapi tidak membuat mereka kehilangan harga diri?

Jadya menggantungkan pakaian pada tiang listrik atau di bangku taman, dan dengan kartu besar menulis: “Aku tidak tersesat, jika Anda memerlukan saya, bawalah saya.”

Dia berada di seberang jalan menunggu melihat gelandangan membaca kartu, menurunkan pakaian dan mengenakan pada tubuh mereka. “Yeeh!” Jayda dengan gembira melompat dan memeluk ibunya, dia “menemukan” cara sederhana juga bisa menjaga martabat orang lain.

Kebaikan hati Jayda menambah denyut jantungnya berpacu dengan kuat, membentuk resonansi! Akhirnya teman-teman sekolahnya juga datang untuk bergabung dengan timnya, bersama-sama mengumpulkan, menyusun, dan mengantungkan pakaian di tiang listrik atau menyampirkannya di bangku taman. Pakaian bekas dari semua arah diantar ke tangan pasukan malaikat ini, orang dewasa juga bergabung dengan konvoi ibu Jayda, mereka bertanggung jawab untuk mendorong dan mengantar anak-anak ketempat yang lebih jauh untuk menggantung pakaian di tiang listrik atau bangku taman.

Di beberapa tempat di Kanada sangat dingin, begitu turun dari mobil seperti masuk ke dalam freezer. Anak-anak kadang-kadang akan menangis karena kedinginan, tetapi mereka melihat mantel-mantel telah dipakai oleh para tunawisma dapat menghangatkan orang, mereka senang sampai meneteskan air mata. Orang dewasa mengupload perbuatan anak-anak tersebut di Facebook, tidak hanya menyebabkan resonansi luas, bahkan menulari banyak orang untuk bertindak, seperti tongkat estafet cinta yang terus beredar. Banyak orang mengikuti perbuatan Jayda menggantungkan pakaian di tiang listrik, beberapa di antaranya masih baru! Ketika seseorang dihormati sepenuhnya, secara alami akan merasa sangat terhormat. Terhadap perbuatan cinta dari anak-anak, gelandangan diam-diam membentuk perjanjian nurani. Semua orang hanya akan mengambil sepotong pakaian, meninggalkan pakaian musim dingin lainnya kepada orang lain.

Tetesan air tidak puas hanya menjadi sungai kecil, dia ingin menjadi sungai besar, melintasi padang pasir. Ada orang mengatakan betapa besar pun sungai, tetapi tidak dapat melalui padang gurun. Tidak, tetesan air dapat menyerap panas matahari, menguap ke atas langit, menjadi tetesan air, membentuk awan melayang melintasi padang pasir, berubah menjadi hujan, mendarat di tanah di mana mereka dibutuhkan!

Kita tidak hanya mendidik anak-anak hanya mempunyai hati yang baik, tetapi mendorong mereka untuk melakukan pekerjaan baik, tetapi ketika berbuat kebaikan harus memperhitungkan martabat penerima perbuatan baik Anda.