IORA Business Summit 2017 : Bangkitnya Kekuatan Ekonomi Samudera Hindia

72
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat konfrensi pers IORA Business Summit yang diselenggarakan, Senin (6/3), di Jakarta Convention Center, Jakarta (Dokumentasi Kemendag)

JAKARTA – Hari  senin (6/3/2017) sejarah  terukir, pada Indian  Ocean  Rim  Association (IORA) Business Summit yang menandai ulang tahun ke-20 IORA, Pemerintah dan kalangan bisnis berjanji mempererat kerja sama ekonomi antar negara IORA .

Kerja sama ini dimaksudkan untuk mewujudkan cita – cita ke-21 negara  anggota IORA dalam meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi  yang  berkelanjutan  dan  seimbang bagi seluruh negara anggota, serta menciptakan landasan yang kuat bagi kerja sama ekonomi regional.

Demikian  ditegaskan  Menteri  Perdagangan  Enggartiasto  Lukita  dalam sambutannya pada  pembukaan IORA Business  Summit yang diselenggarakan  untuk pertama kalinya, hari  ini, Senin  (6/3), di  Jakarta Convention Center, Jakarta.

“Kita  telah  mengenal  satu  sama  lain  dalam  kawasan  lingkar  Samudera  Hindia  selama  ratusan  tahun, namun sayangnya potensi kawasan IORA telah terabaikan terlalu lama. Maka mandat Presiden untuk mulai membuka potensi ekonomi di kawasan ini merupakan langkah yang harus didukung penuh dan menjadi momentum bangkitnya kekuatan ekonomi Samudera Hindia,” kata Mendag Enggar.

Kawasan  IORA  menawarkan  potensi  besar  dalam  perdagangan  dan  investasi  sejak  lama. Namun tantangan  dari  dinamika  perekonomian  dan  pertumbuhan  global  yang  bergerak  secara  cepat  dan dinamis dalam beberapa waktu terakhir ini juga perlu direspons dengan tanggap.

“Komunitas  bisnis  IORA, yang diwakili masing- masing  Kamar  Dagang  dan  Industri sepakat untuk bekerja sama secara erat dengan Pemerintahan IORA untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ungkap Mendag Enggar.

Presiden  Afrika Selatan  dan  Presiden  Mozambik,  beserta negara  kunci IORA menyampaikan  paparan pada Pertemuan    Puncak    Bisnis    IORA mengenai    langkah-langkah    terbaik    untuk    mendorong pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan di kawasan IORA. Isu  yang menjadi  fokus  adalah bagaimana  globalisasi  bisa  berjalan  beriringan  dan  memperkuat  satu sama  lain  dengan  prinsip pertumbuhan  ekonomi  yang  adil  dan  berkelanjutan.

“Pertemuan  Puncak Bisnis  IORA  membahas  isu-isu  khusus  yang  menjadi  perhatian  kita  dan  masyarakat  internasional,  diantaranya   isu   pemberdayaan   dan   globalisasi   UKM,   pemberdayaan   perempuan   melalui   inovasi, digitalisasi dan akses keuangan, pariwisata,  serta konektivitas dan infrastruktur,” imbuhnya.

Sebelum  Pertemuan  Puncak,  telah  berlangsung pertemuan  kecil  yang  dihadiri  perwakilan  Kamar Dagang dan  Industri  di  kawasan  IORA.

“Tujuannya  adalah  untuk  menyiapkan  konsep  Deklarasi Bersama  Komunitas  Bisnis  IORA  dalam  rangka  memajukan  pertumbuhan  ekonomi  yang  adil  dan berkelanjutan. Deklarasi Bersama ini akan dilaporkan kepada para Pemimpin IORA,” kata Mendag.

Ada  sekitar  300  peserta  pada  pertemuan  ini  yang  mewakili  berbagai  sektor  bisnis  di  kawasan  IORA. Hadir pula peserta dari Tiongkok, Jerman, Jepang dan Inggris. “Ini merupakan bukti dari kuatnya daya tarik kawasan IORA bagi pelaku bisnis global,” pungkas Mendag. (asr)