Kakek 70-an Memperoleh 15 Gelar Sarjana

55

Rata-rata orang bisa mendapatkan dua atau tiga gelar universitas sudah sangat membanggakan, dan pria Italia Luciano Baietti berbeda dengan orang lain. Meskipun sudah berusia 70 tahun, tetapi terus mengejar gelar universitas. Sampai saat ini, dia telah mendapatkan 15 gelar dan master dari berbagai universitas, dan memecahkan rekor dunia.

Luciano Baietti yang sekarang berusia 70 tahun tinggal di kota Velletri, sebelum pensiun adalah seorang kepala sekolah menengah. Karena hobi membaca dan mendalami ilmu, Luciano Baietti selama bertahun-tahun telah belajar dan mengambil gelar master dari berbagai universitas yang berbeda, sejauh ini telah mendapatkan 15 gelar yaitu gelar sastra, hukum, sosiologi, ilmu politik, kriminologi, strategi militer dan berbagai gelar dari berbagai universitas.

Meskipun dia biasanya hanya seperti orang tua lainnya sibuk di kebun di rumahnya, tetapi dia setiap pagi bangun jam 03.00 pagi untuk belajar, dan membaca tiga jam sehari untuk memastikan dia memahami yang dipelajarinya di universitas, dan lulus dalam berbagai ujian.

Luciano Baietti mengatakan membaca dapat membantunya untuk menjaga pikiran aktif, dan mendapatkan gelar dapat membantunya dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, dapat masuk dalam catatan dan menciptakan rekor dunia, juga bukan hal yang buruk.

Luciano Baietti sampai tahun 2002 telah mendapatkan delapan gelar, dan untuk pertama kalinya masuk dalam rekor Guinness Book of World Records, tetapi dia tidak menghentikan langkahnya, dan kemudian melanjutkan untuk mengejar gelar, juga terus menciptakan rekor baru.

Dia mengatakan: “Setiap kali saya  memberi diriku satu set tantangan baru, saya melihat apakah tubuh dan otak saya dapat menerimanya?.” Di usia seperti sekarang, dia percaya dia masih memiliki energi yang cukup untuk menyelesaikan setidaknya 1 gelar lagi, dan bidang yang diambil saat ini mengenai ilmu gizi dan makanan.

Pekerjaannya sebelum pensiun adalah kepala sekolah SMA, saat itu pun dia telah mendapatkan sebagian besar dari gelar tersebut. Dia dapat menyeimbangkan hubungan antara keluarga dan pekerjaan dengan baik, dan masih memiliki waktu untuk menjadi sukarelawan di Palang Merah, dan rahasianya mungkin kebiasaan sehari-hari membaca dimulai dari jam 03:00 pagi.

Dia mengatakan bahwa saat itu otak sangat jernih karena sudah dipakai beristirahat semalaman (tentu tidurnya juga tidak terlalu larut malam), dapat menyerap lebih baik pengetahuan, dan ini juga yang memungkinkan dia dapat mempertahankan kehidupan keluarga yang normal.