Bagaimana Ini, Kapal Pesiar Inggris Rusak Hingga 1.600 Meter Persegi Terumbu Karang Raja Ampat

99
Kapal pesiar saat kandas di Raja Ampat (courtesy Stay Raja Ampat)

RAJA AMPAT – Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Sumber Daya Laut Universitas Papua kepada Mongabay bahwa kerusakan terumbu karang di Raja Ampat diperkirakan mencapai 1.600 meter persegi.

Hal demikian terjadi setelah Kapal pesiar Inggris, Caledonian Sky, memasuki wilayah perairan  di Raja Ampat, Papua, pada 4 Maret 2017 lalu. Kapal dengan bobot 4.290 ton tersebut kandas selesai mengantarkan 102 penumpangnya ke Waigeo.

Laporan rusaknya terumbu karang ini ditulis oleh sejumlah media luar negeri seperti The Guardian dan situs Mongabay. Menurut Ricardo Tapilatu, Kapal pesiar ini sebenarnya dilengkapi oleh radar dan instrumen navigasi lainnya. Namun belum diketahui secara pasti bagaimana kapal itu bisa terjebak ke perairan yang lagi surut.

Pada saat kapal itu kandas, kata Ricardo, kapal tunda dari Sorong dikerahkan untuk menarik kapal yang dioperasikan oleh Kaledonia Noble. Semestinya, penarikan dilakukan menunggu air pasang naik. Sehingga kerusakan tak terelakkan kepada 8 genus terumbu karang, diantaranya acropora, porites, montipora, dan stylophora.

“Mereka harusnya menunggu air pasang,” kata Ricardo.

Saat kapal kandas (courtesy Facebook Stay Raja Ampat)

Tim evaluasi mengatakan perusahaan itu harus membayar antara $ 800 sampai $ 1.200 per meter persegi terumbu yang rusak. Uang itu seharusnya diterima, digunakan untuk menghidupkan kembali terumbu karang yang rusak hingga memakan waktu lebih dari satu dekade.

Pada sebuah pernyataan resmi, Kaledonia Noble mengatakan insiden sangat disayangkan dan menyatakan bahwa pihaknya tegas berkomitmen untuk melindungi lingkungan. Pemerintah Indonesia sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan.

“Noble Caledonia sangat tegas berkomitmen untuk melindungi lingkungan, untuk itu kami sangat mendukung agar insiden ini sepenuhnya diselidiki. Kami akan mengambil pelajaran atas kejadian ini dan memperbaiki standar operasional operasi kami,” ujar juru bicara tersebut dalam situs resminya. (asr)