Pacar Sewaan Menjadi Ladang Bisnis Besar di Tiongkok

87
tiongkok
Ilustrasi

Setelah lebih dari 50 tahun kebijakan satu anak, ketimpangan jenis kelamin di Tiongkok adalah salah satu yang terbesar di dunia. Menurut statistik resmi, penduduk Tiongkok mencapai 1,36 miliar pada akhir tahun 2016, di mana 700 juta adalah laki-laki dan 667 juta adalah perempuan, maka ada 33 juta pria lebih banyak daripada wanita.

Orang tua di Tiongkok masih mengharapkan anaknya untuk menikah muda. Namun, ketidakseimbangan jenis kelamin ini, ditambah meningkatnya materialisme dan tekanan hidup di Tiongkok, telah menyulitkan pria muda untuk menemukan pasangan. Akibatnya, banyak yang karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya mereka  lebih suka berpura-pura.

Untuk meredakan ketegangan antara anak laki dengan orang tuanya, muncul tren baru di kalangan anak muda untuk menyewa seorang wanita sebagai pacar untuk dibawa pulang selama liburan. Dalam beberapa minggu menjelang Tahun Baru Imlek, dan  permintaan pacar sewaan  meningkat.

Pada sosial media platform WeChat dan Weibo, banyak akun menawarkan jasa kepada orang yang ingin menyewa pacar. Berikut ini adalah account di WeChat:

“Sudah hampir menjelang Tahun Baru Imlek, untuk membantu Anda yang belum memiliki pasangan, dan menghindari tekanan dari keluarga, kami menawarkan layanan!”

Chen dari Jiangsu adalah salah satu yang berencana untuk menyewa seorang pacar untuk dibawa pulang pada Tahun Baru Imlek untuk menyenangkan orangtuanya. Ia menanggapi sebuah iklan di situs Beidu dan membayar  273 dollar setiap hari selama 3-5 hari.

Banyak bisnis perjodohan menyediakan layanan serupa, dengan harga yang bervariasi tergantung pada layanan yang dibutuhkan. Biaya bertemu orang tua  40 dollar, sementara biaya menghabiskan malam bersama 145-436 dolllar.

Profesi hukum telah menerima banyak keluhan tentang kejadian  yang terjadi dari praktek yang meragukan ini.  Wu membayar 436 dollar untuk menyewa seorang wanita dibawa pulang bertemu orang tuanya.

Ibunya memberi wanita tersebut  145 dollar  dan liontin giok pusaka keluarga. Wu meminta uang dan liontin yang akan dikembalikan ke keluarganya, namun wanita tersebut menolak.

Seorang pria dari Fujian menyewa seorang wanita untuk bertemu orang tuanya pada tahun 2014. Ibunya memberi wanita tersebut 2.910 dollar. Sekali lagi, wanita tersebut menolak untuk mengembalikan uang tersebut. Seorang pria dari Guangzhou menyewa wanita untuk bertemu keluarganya pada bulan Januari 2016, namun si wanita menghilang setelah ia membayar uang  dan tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya.

Harapan yang tinggi dari orang tua dan tekanan sosial telah membuat banyak anak muda putus asa di Tiongkok  dalam menjalani  hubungan asmara, dan ini hanya salah satu gejala dari masalah sosial yang serius yang disebabkan oleh ketidakseimbangan jenis kelamin di negara itu.(Visiontimes/Vivi/Yant)