Makan Sebuah Apel Setiap Hari Mejauhkan Anda dari Dokter

75
sebuah apel
Makan sebuah apel setiap hari menjauhkan Anda dari dokter . (pixabay.com)

Nyonya Chang Tong Chin yang saat ini berusia 115 tahun masih memiliki tubuh yang kuat, penglihatan yang sempurna dan pendengaran juga normal. Ia memiliki dua putra dan empat putri; cucu pertamanya sekarang ini sudah berusia 77 tahun. Kecuali sesekali menderita flu, ia tidak pernah menderita sakit hingga perlu  rawat inap. Rahasianya untuk tetap sehat adalah sebuah apel! Anaknya mengungkapkan bahwa apel adalah makanan favorit ibunya.

Apel yang lezat dan renyah adalah salah satu buah yang paling populer dan favorit di antara pecinta kebugaran kesehatan yang sadar serta sangat percaya pada konsep “kesehatan adalah kekayaan”. Buah yang indah ini sangat kaya akan fitonutrien,  yang sangat diperlukan untuk kesehatan yang optimal. Antioksidan tertentu yang terkandung di dalam apel meningkatkan kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit, yang membenarkan pepatah lama: “Makan sebuah apel setiap hari menjauhkan Anda dari dokter”.

Berikut adalah beberapa manfaat makan sebuah apel setiap hari:

Mencegah kanker

Sebuah penelitian medis dari Finlandia mengungkapkan bahwa apel memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, menghambat proliferasi sel kanker, menurunkan oksidasi lipid, dan menurunkan kolesterol. Apel mengandung berbagai fitokimia, termasuk quercetin, katekin, floridzin, dan asam klorogenat, yang semuanya merupakan antioksidan kuat.

Menurunkan tekanan darah

Makan sebuah apel tanpa membuang kulitnya  setiap hari mencegah terjadinya tekanan darah tinggi dan hipertensi, demikian kata para ilmuwan di Nova Scotia Agricultural College. Penelitian menguji buah apel yang sudah dikupas kulitnya dengan buah apel yang tidak dikupas secara terpisah untuk menguji enzim ACE, yang diketahui sebagai penyebab hipertensi dan tekanan darah tinggi pada manusia. Ditemukan apel yang tidak dikupas adalah hingga enam kali lebih efektif dalam menghambat enzim ACE daripada apel yang sudah dikupas.

Melindungi jantung

Apel mengandung pektin yaitu serat larut yang  menjaga supaya pembuluh darah tidak tersumbat. Apel adalah sumber kalium dan magnesium yang sangat baik, yang mampu mencegah supaya pembuluh darah tidak mengeras dan bahkan menyembuhkan pembuluh darah yang mengeras. Sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa orang yang sering makan apel memiliki 43 persen penurunan risiko serangan jantung dibandingkan dengan orang yang tidak makan apel.

Meningkatkan kekebalan

Sel darah putih memproduksi antibodi untuk melawan infeksi, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih terbentuk di sumsum tulang dari sel induk (stem cell). Jika jumlah sel darah putih rendah, maka sistem kekebalan tubuh melemah dan tidak mampu melawan infeksi secara efektif. Bahkan flu dapat membahayakan. Apel meningkatkan jumlah sel darah putih dengan syarat Anda harus makan makanan yang mengandung cukup protein dan vitamin dan mineral yang tepat.

Awet muda

Perawatan kecantikan biasanya menggunakan asam seperti asam glikolat dan asam salisilat. Apel mengandung asam malat yang memperbaharui sel kulit sehingga kulit menjadi lebih lembut,  sehat, kuat, dan awet muda. Apel mengandung banyak serat sehingga mempermudah buang air besar dan kulit bebas jerawat.

Membantu pencernaan

Pektin adalah karbohidrat kompleks dan serat larut yang ditemukan pada dinding sel tanaman. Pektin itu sendiri sudah pasti memiliki sejumlah manfaat kesehatan, pektin apel juga merupakan obat alami untuk gangguan pencernaan. Karena  pektin apel banyak mengandung serat, maka bermanfaat untuk mengatur dan mempermudah buang air besar, di mana tinja menjadi padat dan mengurangi kasus peradangan yang berkaitan dengan diare, bermanfaat mengobati radang usus, penyakit iritasi usus, dan gangguan pencernaan lainnya yang terkait.

Mengendalikan gula darah

Makanan yang mengandung karbohidrat mempengaruhi kadar gula darah tubuh secara berbeda, tergantung pada bahan dan profil zat gizi masing-masing karbohidrat. Makanan yang kaya gula dan biji-bijian olahan cenderung meningkatkan kadar gula darah, sementara makanan yang kaya serat jarang mempengaruhi kadar gula darah, sehingga menjaga kadar gula darah supaya stabil. Apel kaya akan serat dan zat gizi lainnya, namun tidak berdampak yang besar terhadap kadar gula darah.(Visiontimes/Vivi/Yant)