Insiden Bocah 4 Tahun Saat Ingin Berfoto Dicakar Anak Harimau di Jatim Park 2

38
Jawa Timur Park 2 (Tempatwisatamalang.com)

Kota Batu – Siapa sangka kedatangan bocah 4 tahun seorang siswi TK asal Doho, Kota Kediri, Jawa Timur saat berkunjung ke Museum Satwa Jatim Park II di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (14/3/2017) justru dengan luka cakar.

Sebagaimana diwartakan oleh JTV, bocah ini dicakar oleh anak harimau benggala pada bagian punggungnya. Kejadian bermula saat Putri datang bersama rekan-rekannya sekitar pukul 09.00 WIB, di wahana wisata Jatim Park II, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

Jumlah rombongan yang datang sebanyak 45 orang itu. Setelah seluruh rombongan masuk ke Jatim Park 2, pada pukul 13.30 Wib, Putri bersama orang tuanya masuk ke tempat foto bersama satwa. Pada saat itu yang menjadi objek foto adalah bersama dengan anak harimau didampingi oleh pemandu.

Selanjutnya, ketika anak harimau didekatkan, pengunjung lainnya berteriak ketakukan sambil berlari. Hingga kemdian pada saat itu, terjadi insiden pencakaran oleh anak harimau berusia 7 bulan itu kepada putri pada saat keadaan putri sedang berdiri di lokasi foto.

Kapolresta Batu, AKBP Leonardus Simarmarta mengatakan pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP untuk mengetahui adanya unsur kelalaian pada peristiwa tersebut. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan termasuk dari keluarga korban.

Menurut Leonardus, standar operasional pengamanan yang dimiliki oleh Jatim Park 2 juga akan dikaji lebih jauh oleh penyidik kepolisian. Termasuk jika ada unsur kelalaian dari pawang penjaga harimau pada saat itu. “Kita sesuai aturan, kita lihat nanti SOPnya,” katanya.

Sementara, Humas Jawa Timur Park, Titik S. Ariyanto mengatakan memberikan pertanggungjawaban kepada korban serta  mengatur seluruh biaya kepada korban selama berada di Rumah Sakit. Menurut dia, insiden bocah dicakar ini adalah musibah yang sama sekali tak diharapkan oleh semua pihak.

“Ini memang betul-betul murni kecelakaan yang sama sekali memang tidak diharapkan oleh siapapun, kondisi korban sudah dirawat dengan intensif di rumah saki, pihak keluarga juga tidak ada tuntutan semuanya akan kita kondisikan,” ujarnya. (asr)