Hal Utama untuk Memperbaiki Tekanan Darah

50
tekanan darah
Ilustrasi.

Ketika kita berhadapan dengan topik tekanan darah dan menjaga tekanan darah dalam kondisi sehat, beragam gaya hidup dapat Anda pilih. Saran yang paling sering didengar adalah mengurangi asupan garam.

Meskipun mengurangi asupan garam merupakan tindakan yang efektif dalam mengendalikan tekanan darah, akan tetapi penelitian membuktikan apabila Anda ingin menurunkan tekanan darah dengan cepat —demikian juga dengan penurunan berat badan dan kolesterol serta fungsi hati— maka hal terbaik yang dilakukan adalah mengurangi asupan gula. Meskipun garam dianggap sebagai penyebab tekanan darah yang tidak sehat, namun belakangan diketahui jika gula merupakan penyebab yang lebih buruk lagi.

Jika Anda tengah kesulitan menjaga tekanan darah, mung¬kin ini saatnya untuk memeriksa menu asupan Anda.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Obesity, peneliti dari University of Cali¬fornia–San Francisco dan Touro University California, menguji pengaruh dari mengurangi asupan gula terhadap perbaikan pe¬nyakit metabolisme kronis pada anak-anak, seperti tekanan darah dan kolesterol tinggi. Sebanyak 43 anak-anak bergabung dalam studi tersebut, dengan kisaran usia 9 sampai 18 tahun.

Selama lebih dari 9 hari, anak-anak mengonsumsi makan¬an, cemilan, dan minuman yang telah dikurangi kadar gulanya. Penting untuk dicatat bahwa tidak ada penambahan asupan gula, namun anak-anak diperbolehkan mengonsumsi buah.

Menu makanan mereka mengandung jumlah lemak, protein dan karbohidrat yang sama den¬gan yang mereka konsumsi sebe¬lum studi, namun penambahan gula digantikan dengan sereal dan roti bagel. Hot dogs, pizza dan keripik masih diperbolehkan dari supermarket setempat.

Tingkat gula darah saat puasa, tekanan darah, dan toleransi glukosa dicatat sebelum mengonsumsi menu makanan baru. Jika anak-anak dalam penelitian ini kehilangan berat badan, mereka diberi pilihan makanan ren¬dah gula untuk membantu mem¬pertahankan berat badannya. Secara keseluruhan, asupan gula berkurang dari 28 % menjadi 10 %. Fruktosa karbohidrat turun dari 12 % menjadi 4 %.

Dalam waktu singkat, menu diet tersebut terbukti memiliki efek kesehatan yang positif, dan para peneliti mencatat adanya penurunan tekanan darah, koles¬terol, dan perbaikan fungsi hati. Kadar glukosa gula darah saat puasa turun lima poin, sedang¬kan tingkat insulin turun seper¬tiganya.

Peneliti utama, Robert Lustig mengatakan: “Studi ini secara definitif menunjukkan bahwa gula secara metabolik berbahaya bukan karena kalo¬rinya atau dampaknya terhadap berat badan; namun gula secara metabolik berbahaya karena si¬fat gula itu sendiri. [Studi ini menunjukkan] gula berkaitan dengan sindrom metabolik, dan merupakan bukti terkuat jika efek negatif dari gula bukan karena kalori atau obesitas.”

Peneliti senior dari studi ini, Jean Marc Schwarz, menambah¬kan: “Temuan ini menunjukkan pentingnya orang tua mengevaluasi asupan gula dan menyadari dampak kesehatan dari asupan yang dikonsumsi anak-anak mereka.

“Ketika kita mengurangi gula, anak-anak mulai merespon isyarat kenyang [kekenyangan]. Mereka mengatakan, mereka merasa terlalu banyak makanan, meskipun mereka mengonsumsi jumlah kalori yang sama seperti sebelumnya, hanya telah dikurangi kadar gulanya. Beberapa diantaranya mengatakan kami telah membanjiri mereka dengan makanan.”

Karena studi ini dalam skala kecil dan ditujukan pada anak-anak, masih diperlukan peneli¬tian lebih lanjut. Temuan menun¬jukkan bahwa gula, sekali lagi, berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan, dan kita semua bisa mendapatkan manfaat dengan mengurangi penambahan gula bila memungkinkan.

Jika Anda mengalami kesulitan menjaga tekanan darah, mungkin sudah saatnya untuk memeriksa kembali menu asupan Anda, apakah ada gula tersembunyi yang mungkin meng¬hambat Anda. (Epochtimes/Ajg/Yant)