Kini Membuat Paspor dengan Syarat Tabungan Rp 25 Juta, Ketahui Informasi Lebih Lengkap

39
Warga antri saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Barat (Erabaru.net)

JAKARTA – Membuat paspor kini harus disertai dengan syarat adanya tabungan sebesar Rp 25 juta. Namun demikian, sebenarnya tak semua orang harus memenuhi persyaratan ini untuk mengajukan permohonan baru pengajuan pembuatan paspor.

Kebijakan baru ini berdasarkan surat edaran nomor IMI-02177.GR.02.06 tahun 2017 tentang pencegahan Tenaga Kerja Indonesia non-prosedural. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sudah memberlakukan peraturan ini sejak 1 Maret 2017.

Kabag Humas Dirjen Imigrasi kemkumham, Agung Sampurno ketika dihubungi wartawan mengatakan maksud dan tujuan pemberlakuan syarat deposito Rp 25 juta sebagai rangka perlindungan atau terjadinya pemberangkatan TKI ilegal.

“Syarat ini pada orang yang diduga kuat akan menjadi TKI nonprosedural,” katanya ketika dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.

Sedangkan bagi pemohon yang memiliki identitas status pekerjaan atau perjalanan ke luar negeri yang jelas tak dimintai oleh petugas untuk  menunjukkan rekening koran Rp 25 juta. Oleh karena itu, perlu diketahui bahwa peraturan ini tak diberlakukan secara keseluruhan kepada pemohon baru pembuatan paspor.

Sedangkan bagi orang yang akan dijadikan oleh TKI ilegal umumnya hanya dibiayai oleh para tekong. Bahkan sejak awal, diantara mereka tak dilengkapi dengan dokumen resmi sebagaimana mestinya.

Menurut Agung, langkah yang dilakukan adalah pencegahan sejak dini terjadinya praktek pengiriman TKI Ilegal ke luar negeri dengan pengawasan ketat saat pembuat paspor baru. Hal serupa juga terjadi saat seseorang mengajukan permohonan untuk paspor ke Timur Tengah, namun nyatanya tak kembali ke Tanah Air.

Bagi pihak yang ingin bekerja sebagai TKI harus disertai rekomendasi BNP2TKI dan Kemenaker. Sedangkan sejumlah kunjungan yang akan diperketat adalah adalah Malaysia, Timur Tengah, Hongkong, Taiwan, dan Korea Selatan. (asr)