Erabaru.net. Menjalankan tradisi mengikat kaki supaya menjadi kecil pernah menjadi perdebatan dunia karena dikatakan sebagai penindasan bagi kaum wanita.

Tradisi ini telah dilarang oleh Pemerintah Tiongkok pada tahun 1911 tetapi generasi terakhir dari kaki kecil ini masih ada sampai sekarang.

Kini mereka rata-rata berusia sekitar 80-an hingga 90-an.

Generasi terakhir dari tradisi mengikat kaki di Kota Biejie.

Menjalankan tradisi mengikat kaki dilakukan oleh golongan wanita kelas menengah.

Ini dilakukan sebagai bentuk kecantikan untuk menarik hati para pria. Wanita-wanita ini juga memakai sepatu khusus sebesar kotak rokok.


Sejak usia lima hingga delapan tahun, anak perempuan harus melipat kaki mereka menjadi kecil sesuai dengan sepatu yang akan dipakai.

Empat jari kaki dilipat ke bawah telapak kaki dan lipatan itu akan diikat.

Kuku kedua belah kaki akan dipotong hinggga habis dan ditekan masuk ke dalam.

Untuk melembutkan kulit kaki, beberapa ramuan akan dicampur bersama dengan darah hewan.

Praktik ini sebenarnya mempunyai risiko patah tulang dan terinfeksi bakteri tetapi tetap harus dilakukan untuk mendapatkan kehormatan masyarakat.

Bahkan, golongan wanita yang telah mengikat kaki mereka harus menghadapi cacat kaki permanen.

Pada tahap ini, para wanita mampu menahan rasa sakit, tetapi jika mereka tidak mengikuti mereka, mereka akan dianggap sebagai penentang terhadap budaya tradisional.

Praktik ini menganggap semakin kecil kaki seseorang, semakin cantic orang tersebut.

Semua budaya yang hanya menindas satu kaum atau jenis kelamin harus dihentikan untuk kepentingan generasi mendatang.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds