Erabaru.net. Jambu batu (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu biji, jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil. Jambu ini memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna merah atau putih dengan rasa asam-manis. Buah ini kaya akan nutrisi, terutama viramin C.

Jambu biji kaya akan nutrisi terutama vitamin C. Kandungan vitamin C dalam buah ini hampir menduduki peringkat teratas dari semua jenis buah, per 100 gr mengandung sekitar 228,3 mg vitamin C, atau 4 kali lipat dari buah jeruk.

Vitamin C membantu mencerahkan kulit, anti penuaan, meningkatkan kesehatan gusi dan sistem imun, melindungi jantung dan pembuluh darah. Selain itu, jambu biji juga merupakan sumber vitamin A, B6, potasium, zat besi dan elemen lainnya.

Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, tapi tidak bisa menahan nafsu makannya, maka jambu biji adalah buah yang sangat baik untuk menurunkan berat badan.

Ia kaya akan serat kasar, dengan nol kolesterol, dan kadar gula lebih rendah dari apel, jeruk dan anggur. Jambu biji dapat meningkatkan motilitas gastrointestinal, membuat perut kenyang. Cukup satu buah jambu biji sebagai pencuci mulut setelah makan siang, dan Anda akan merasa kenyang sampai menjelang makan malam.

Buah ini juga bermanfaat bagi penderita diabetes, karena jambu biji termasuk ke dalam buah yang mengandung indeks glikemik rendah, yang membantu mengontrol gula darah. Buah ini juga berkhasiat mencegah hipertensi dan hiperlipidemia atau kelebihan lemak dalam darah.

Sangat disarankan bagi kaum pria untuk sering-sering mengonsumsi buah ini. Karena buah ini kaya akan likopen, bahkan jauh lebih tinggi dari tomat mentah.

Menurut Institut Kanker Nasional Amerika, likopen memiliki khasiat tertentu bagi penderita kanker prostat dan pembesaran prostat. Menurut Journal Of Medicinal Food (J MED FOOD) J Med Food, bahwa hasil penelitian membuktikan, daun jambu biji dapat membantu mencegah kanker prostat dengan cara menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, jambu biji juga memiliki khasiat tertentu dalam pencegahan kanker payudara dan kanker mulut.

Jambu biji daging putih mengandung lebih banyak vitamin C, sedangkan jambu biji daging merah lebih banyak mengandung lycopene dan zat besi.

Saat memilih jambu biji, pilihlah buah yang permukaannya mulus tanpa bintik, jambu yang sudah tua, jika ditekan terasa garing. Jangan membeli jambu yangberwarna kuning dan lembek, karena itu menandakan jambu bijinya sudah terlalu matang, bahkan sudah hampir membusuk.

Pilihlah jambu biji yang berkulit hijau kekuning-kuningan, yang memiliki aroma harum khas jambu biji. Sebaiknya dikonsumsi sampai habis dalam masa penyimpanan sekitar 4 hari.

Khasiat terapeutik dari jambu biji

Diabetes ringan

Minum 1-3 gelas jus jambu biji tiga kali sehari, atau siapkan 1 – 2 buah jambu biji kering, 1 buah peria/pare, direbus dan minum 1-2 kali sehari.

Disentri, enteritis

Makan dua buah jambu biji segar setiap hari, atau siapkan 30 gram daun jambu biji segar, 5 gram teh, rebus dan saring airnya, minum 2 kali sehari, masing-masing 150 cc.

Asam lambung berlebihan, maag

Siapkan 8 lembar daun jambu biji segar, kemudian dicuci bersih. Rebus dengan 1,5 liter air bersih hingga mendidih. Setelah dingin, airnya disaring dan diminum secara rutin 3 kali sehari. Pagi, siang dan malam hari sebelum tidur.

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds