Erabaru.net. Orang-orang sering mengatakan bahwa “Tulisan ibarat sosok orangnya”, banyak orang kerap merasa kecewa karena tulisan mereka yang tak karuan/jelek. Anak-anak yang tulisannya rapi dan sedap dipandang mata seringkali dianggap punya harapan yang lebih baik, sebaliknya mereka yang tulisannya jelek tak karuan dianggap tidak cakap dalamk studi.

Lin Xiu (Transliterasi-red), seorang guru terkenal di Jepang, mengungkapkan sebuah kesimpulan yang mengejutkan dalam program TV dibawakannya : “Anak-anak dengan gaya tulisan yang tidak karuan alias jelek dan sulit dibaca, justru memiliki prestasi akademik yang mengagumkan.”

Lin Xiu, seorang pendidik yang telah mengajar siswa yang tak terhitung jumlahnya, berbicara tentang hubungan antara tulisan tangan dan efisiensi belajar dalam sebuah program TV.

Dia mengatakan bahwa melalui pengamatannya terhadap siswa, dia menemukan bahwa tidak ada korelasi mutlak antara bagus jeleknya gaya tulisan dengan kemampuan belajar, dan bukan dengan tulisan yang indah itu lantas mencerminkan anak tersebut memiliki prestasi akademik yang lebih baik.

Lin Xiu membagi empat kuadran dalam bidang XY berdasarkan kemampuan akademik dan tulisan jelek dan indah/rapi. Anak-anak dengan tulisan yang jelek dan akademik yang mengagumkan jauh lebih banyak daripada anak-anak dengan tulisan yang indah dan akademik yang mengagumkan. Ibarat satu anak dengan tulisan yang indah itu adalah sarjana, maka 4 anak lainnya dengan tulisan yang jelek adalah sosok jenius.

Universitas Tokyo juga menyimpulkan melalui penelitian yang relevan : Tulisan siswa dengan nilai prestasi 1/3 teratas di sekolah tidak karuan alias jelek, sementara tulisan siswa di bagian terakhir relatif lebih rapi/indah.

Beethoven, komponis musik klasik dari Jerman juga memiliki gaya tulisan yang jelek, karena tulisannya jelek alias sulit dibaca, sehingga orang-orang dari generasi belakangan pernah salah menyalin karyanya yang berjudul “Für Therese” menjadi “Für Elise”.

Teks tulisan hanyalah sarana untuk mengkoordinasikan pengetahuan. Jika Anda hanya membuat penilaian menyeluruh berdasarkan tulisan tangan seseorang, itu adalah penilaian sepihak.

Dalam psikologi, tulisan yang tidak karuan atau seperti cakar ayam itu dianggap sebagai bentuk yang luar biasa dari daya cipta, jadi jangan pernah mematikan seorang genius hanya karena gaya tulisannya yang jelek !(jhn/yant)

Sumber: omgtw.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds