Zurich — Mobil gelembung atau ‘bubble car’ adalah simbol mobilitas murah meriah di jalan-jalan Eropa pada 1950-an dan 60-an. Bubble car memiliki bentuk mirip telur yang unik, dengan interior minimalis.

Kini, dua bersaudara dari Swiss sedang mengembangkan versi baru dari mobil dengan hanya dua tempat duduk itu, 56 tahun penuh setelah BMW menghentikan produksi Isetta. Mobil BMW yang terkenal pada masanya, setelah ‘menabur’ lebih dari 160.000 kendaraan di jalanan Eropa.

Oliver dan Merlin Ouboter memiliki lebih dari 7.200 pesanan untuk Microlino mereka, versi modern Isetta yang menukar mesin bensin satu silinder tua untuk motor listrik 20 tenaga kuda tetapi tetap membuka pintu depan yang terkenal.

Oliver (kiri) dan saudara laki-lakinya Merlin Ouboter berpose di samping mobil Microlino bertenaga listrik di Kuesnacht, Swiss pada 13 Juli 2018. (Arnd Wiegmann/Reuters/The Epoch Times)

Dua saudara itu, yang ayahnya, Wim menghasilkan jutaan dolar dari skuter-skuter yang dimodernisasi, berencana untuk meluncurkan mobil itu pada bulan Desember 2018.

“Rata-rata mobil modern terlalu besar untuk penggunaan normal,” kata Oliver, kepala operasi proyek yang berusia 24 tahun.

Dia mengutip statistik yang menunjukkan bahwa perjalanan dengan mobil pribadi rata-rata melibatkan 1 atau 2 penumpang, dengan jarak tempuh kurang dari 35 km.

Merlin Ouboter (kiri) duduk di mobil Microlino bertenaga listrik saat dia menjawab pertanyaan turis dari Amerika Serikat di Zurich, Swiss 16 Agustus 2018. (Arnd Wiegmann/Reuters/The Epoch Times)

Mereka membangun dua prototipe di Tiongkok dan memajangnya di Geneva Motor Show 2016. Para penggemar otomotif menyambut mereka dengan hangat, pada pameran itu.

“Kami membawa buku daftar reservasi dengan slot 500 lebih pesanan, dan dalam tiga atau empat hari sudah terisi,” kata Merlin, 22 tahun, yang juga kepala pemasaran perusahaan.

Microlino akan dibangun oleh pabrikan Italia, Tazzari, yang memiliki 50 persen saham dalam proyek tersebut. Mereka berencana memproduksi 5.000 kendaraan per tahun.

Mobil Microlino bertenaga listrik yang dibangun oleh Swiss Microlino AG ditampilkan di sebuah pusat perbelanjaan di Zurich, Swiss pada 17 Juli 2018. (Arnd Wiegmann/Reuters/The Epoch Times)

Mobil gelembung edisi baru ini akan dijual seharga 12.000 euro (sekitar 200 juta rupiah). Komponen yang sudah ada sebelumnya membuat biaya produksi tetap rendah. Mesin, misalnya, adalah versi modifikasi dari pembangkit tenaga listrik untuk fork-lift, dan pegangan pintu berasal dari Fiat 500.

Kendaraan standar memiliki jarak tempuh 120 km dan kecepatan maksimal 90 km/jam. Itu adalah hasil dari empat jam pengisian dari steker normal dengan biaya sekitar 1,50 euro. Bagasinya sanggup menampung hingga 300 liter, sementara instrumentasinya adalah rangka sederhana berupa tulang telanjang.

“Kami telah menanggalkan banyak instrumen yang tidak diperlukan,” kata Oliver. “Dalam mobil modern Anda memiliki banyak tombol, saya benar-benar tidak tahu berapa banyak tombolnya.”

Mobil memiliki panjang hanya 2,4 meter, sehingga cocok untuk di tempat parkir kecil. Pintu masuk mobil terbuka di bagian depan, yang berarti pengemudi dan penumpang tidak akan terkurung jika parkir di tempat sempit.

Setelah meluncurkan 100 unit tahun ini, dua saudara dari pinggiran Zurich itu berencana untuk membangun 1.500 hingga 2.000 mobil tahun depan. Tahun 2020, mereka meningkatkan target menjadi 5.000 per tahun. Jika mobil ini berhasil menjadi hits, produksi tahunan bisa mencapai 10.000 kendaraan.

“Kami berharap ini dalam beberapa cara kecil dapat berkontribusi untuk mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” kata Merlin, “tetapi juga melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan keren.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds