New York – Sebanyak 12 warga New York, Amerika Serikat, dipilih untuk duduk sebagai dewan juri pada 7 November 2018. Mereka akan memutuskan nasib terdakwa penguasa kartel narkoba asal Meksiko, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman.

Persidangan raja kartel itu dalam kasus perdagangan serta penyelundupan narkoba ke AS akan dimulai pekan depan. Sistem pengadilan Amerika menggunakan Dewan Juri yang akan menentukan vonis untuk terdakwa. Mereka didampingi oleh satu Hakim Pengawas.

Ada tujuh wanita dan lima pria dalam Dewan Juri untuk persidangan El Chapo. Sedikitnya ada tiga imigran asal Spanyol diantara mereka. Beberapa orang juri memiliki hubungan dengan penegak hukum. Hampir semua Juri telah mendengar kisah tentang Guzman, namun mengatakan yakin untuk bisa benar-benar menjatuhkan vonis yang adil dan tidak memihak.

“Kami puas dengan juri yang telah dipilih,” Eduardo Balarezo, salah satu pengacara Guzman, mengatakan pada wartawan.

Proses persidangan, yang diperkirakan berlangsung hingga empat bulan, akan digelar di Pengadilan Distrik federal di Brooklyn dengan pernyataan pembukaan dari pengacara pada 13 November 2018.

Terdakwa yang berusia 61 sudah lama dikenal sebagai pemimpin Kartel Sinaloa Meksiko. Kartel yang menjadi salah satu organisasi perdagangan narkoba paling kuat di dunia. Dia juga sering dijuluki ‘Shorty’, karena memiliki tinggi badan yang hanya 167 cm.

Dia diekstradisi ke Amerika Serikat pada 19 Januari 2017, setelah sempat dua kali melarikan diri dari penjara Meksiko. Dia diekstradisi setelah penangkapan yang ketiga kalinya.

Pengacara Guzman telah mengisyaratkan bahwa mereka akan mencoba membuktikan kliennya memainkan peran yang lebih kecil dalam kartel Sinaloa.

Para jaksa AS mengatakan bahwa di bawah pimpinan Guzman, kartel itu mengarahkan pengiriman besar-besaran obat-obatan termasuk heroin, kokain, marijuana, dan methamphetamine ke Amerika Serikat. Jika terbukti bersalah, Guzman berpotensi menghabiskan sisa hidupnya di penjara.

Para juri, yang akan tetap anonim, akan dikawal masuk dan keluar dari gedung pengadilan oleh marsekal federal bersenjata.

Jaksa mengatakan keamanan diperlukan karena sejarah Guzman yang mengintimidasi dan bahkan memerintahkan pembunuhan saksi potensial. Walau pengacara Guzman telah menyebut klaim itu tidak berdasar.

Sebelumnya, beberapa juri dibatalkan penugasannya untuk mengadili Guzman setelah mereka menyatakan rasa takut dan khawatir.

Mereka yang dibatalkan penugasannya diantaranya keponakan mantan polisi, seorang pria Asia Selatan yang anaknya bekerja sebagai polisi New York, dan seorang wanita imigran Polandia yang putranya memiliki masalah dengan penyalahgunaan narkoba.

Sebanyak 6 anggota juri alternatif juga dipilih untuk menggantikan juri yang tidak dapat menyelesaikan tugas mereka.

Hakim Distrik AS, Brian Cogan memperingatkan para juri untuk tidak membicarakan tentang kasus tersebut, atau mereka akan diberhentikan sebelum sidang perdana 13 November mendatang.

“Saya akan mengawasi Anda (para Juri) kemudian untuk apa yang saya yakini, akan menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi Anda semua,” kata hakim Cogan. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Rekomendasi :

Video Pilihan :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds