fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeNEWSINTERNATIONALUniversitas Negeri di Hong Kong Memerintahkan Pemindahan Patung Peringatan Korban Pembantaian Tiananmen

Universitas Negeri di Hong Kong Memerintahkan Pemindahan Patung Peringatan Korban Pembantaian Tiananmen

Alex Wu

Universitas negeri tertua di Hong Kong, the University of Hong Kong (HKU), memerintahkan pemindahan sebuah patung dari kampusnya yang telah ada bertahun-tahun untuk memperingati korban pembantaian Tiananmen oleh Partai Komunis Tiongkok pada tahun 1989. 

Patung yang dijuluki “Pillar of Shame” ini dibuat oleh pematung Denmark Jens Galschiot dan telah berdiri di the University of Hong Kong selama lebih dari 20 tahun.

Patung tembaga setinggi 8 meter menggambarkan 50 wajah yang sedih dan tubuh yang tersiksa yang saling bertumpukan satu sama lain. Itu adalah inti dari acara nyala lilin di Hong Kong pada 4 Juni untuk memperingati orang-orang yang terbunuh ketika militer rezim Komunis Tiongkok menembaki mahasiswa dan warganegara pro-demokrasi yang tidak bersenjata di Beijing. 

Penyelenggara acara besar nyala lilin tahunan untuk memperingati pembantaian Tiananmen di Hong Kong yang bekerja dengan Jens Galschiot , yaitu Aliansi Hong Kong untuk Mendukung Gerakan Demokratik Patriotik Tiongkok, baru-baru ini dibubarkan karena meningkatnya tekanan dari  Komunis Tiongkok untuk membungkam lawan politik yang menentang kekuasaannya di Hong Kong dan Tiongkok.

Bunga di Pillar of Shame di Hong Kong pada 4 Juni 2021. (Sung Pi-lung/The Epoch Times)

Aliansi Hong Kong adalah sebuah organisasi pro-demokrasi yang didirikan pada masa protes Lapangan Tiananmen. Beberapa anggotanya telah ditangkap di bawah undang-undang keamanan nasional Hong Kong yang diberlakukan Beijing. Aliansi Hong Kong sedang melalui sebuah proses likuidasi saat ini.

Likuidator Aliansi Hong Kong menerima sebuah surat tertanggal 7 Oktober dari firma hukum Mayer Brown yang mewakili Universitas Hong Kong, yang meminta Aliansi Hong Kong untuk memindahkan  patung tersebut dari Universitas Hong Kong tidak lebih dari pukul 17.00 pada 13 Oktober.

Universitas Hong Kong menyebutkan bahwa keputusannya itu dibuat berdasarkan nasihat hukumnya sendiri dan penilaian risiko, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, menurut laporan media.

Jika Aliansi Hong Kong gagal untuk memindahkan patung tersebut pada batas waktu, maka patung tersebut akan dianggap dibuang dan Universitas Hong Kong akan menangani patung itu sampai waktunya tiba dan dengan cara yang dianggap sesuai tanpa pemberitahuan lebih lanjut, menurut surat tersebut yang dilihat oleh Artnet News.

Jens Galschiot melihat tindakan tersebut sebagai sebuah serangan terhadap kebebasan berekspresi dirinya melalui seni yang dibuatnya dan sebuah upaya untuk menghapus sejarah.

 “Mereka benar-benar ingin menghancurkan segala sesuatu mengenai sebuah cerita yang tidak diinginkan Tiongkok untuk diketahui oleh orang-orang,” kata Jens Galschiot kepada Artnet News. (Vv)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular