fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeNEWSINTERNATIONALSekeluarga Korut Berhasil Membelot Usai Membius Para Penjaga Perbatasan, Kim Jong-un Marah...

Sekeluarga Korut Berhasil Membelot Usai Membius Para Penjaga Perbatasan, Kim Jong-un Marah Besar

Media ‘Daily NK’ yang dikelolah oleh pembelot Korea Utara melaporkan pada Kamis (14/10/2021) bahwa sebuah keluarga beranggotakan empat orang di Korea Utara berhasil kabur dari negara kelahirannya dengan menggunakan obat tidur untuk membius para tentara penjaga perbatasan yang sedang bertugas pada awal bulan ini. Mereka kemudian mengambil kesempatan untuk menyeberangi Sungai Yalu yang berbatasan dengan daratan Tiongkok dan berhasil lolos.

Laporan menyebutkan, para tentara perbatasan Korea Utara pada hari-hari tugas memang sering keluar masuk keluarga tersebut, karena sudah terjalin hubungan pribadi yang cukup baik. Namun di 1 Oktober dini hari itu, keluarga tersebut sebagaimana hari-hari sebelumnya yang suka memberi makanan dan minuman kepada para tentara ini, telah menghidangkan makanan yang dicampuri obat tidur. Setelah para tentara ini memakannya dan efek obat tidurnya mulai muncul, keluarga mengambil kesempatan itu untuk melewati perbatasan dan menyeberangi Sungai Yalu dengan tanpa risau.

Dilaporkan pula oleh ‘Daily NK’ bahwa keluarga tersebut adalah keluarga yang mata pencahariannya sebagai penyelundup barang-barang keperluan dari daratan Tiongkok ke Korea Utara, sehingga mereka sudah hafal dengan rute yang harus dilalui. Ketika Penjaga Perbatasan Korea Utara mengetahui bahwa keluarga tersebut telah melarikan diri, mereka segera melapor ke Kementerian Pertahanan Nasional Pusat. Akibatnya, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un marah besar.

Hari kedua, yakni 2 Oktober Kim Jong-un menurunkan “Dekrit No. 1” yang isinya menyebutkan : Buru pembelot tersebut dengan segala cara untuk mencegah pengulangan kasus yang sama di kemudian hari. Instruksi juga menyebutkan : Warga sipil membius tentara merupakan tindakan yang secara serius merusak hubungan militer – sipil. Untuk itu, perlu dilakukan inspeksi secara menyeluruh terhadap pikiran militer – sipil yang berada di wilayah perbatasan.

Menurut laporan, Kementerian Keamanan Nasional Korea Utara telah meminta Keamanan Publik komunis Tiongkok dan pihak terkait lainnya untuk membantu penyelidikan kasus tersebut, termasuk mengeluarkan perintah kepada agen Korea Utara di Tiongkok untuk mencari tahu keberadaan para buronan baru ini.

Selain itu, mereka pergi ke desa-desa di perbatasan dengan Korea Utara untuk menyelidiki rumah-rumah penduduk di mana tentara Korea Utara sering keluar masuk. Media mengutip informasi dari sumber kemudian melaporkan : “Insiden ini telah mengubah suasana di daerah perbatasan hingga menjadi lebih tegang”.

Menurut pengakuan kapten tentara Korea Utara yang dibius, bahwa keluarga yang melarikan diri itu sebenarnya tidak mengalami kesulitan keuangan pada saat ini. Kecuali pernah mengeluh karena mata pencahariannya terganggu, bisnis penyelundupan mereka tidak dapat berlanjut lagi akibat semakin banyak penghalang yang dipasang oleh pihak keamanan di daerah perbatasan baru-baru ini, termasuk pagar berlistrik tegangan tinggi. Mereka pernah mengatakan : “Bagaimana dengan masa depan kita jika bisnis penyelundupan harus terhenti. Tanpa itu, bagaimana kita bisa menjalani kehidupan yang layak”. (sin)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular