fbpx
Tuesday, December 7, 2021
HomeNEWSINTERNATIONALBos Supermarket AS Memperingatkan Akan Mahalnya Harga Pangan Dua Bulan ke Depan

Bos Supermarket AS Memperingatkan Akan Mahalnya Harga Pangan Dua Bulan ke Depan

Jack Phillips

Pemilik jaringan supermarket New York City memperkirakan harga pangan di AS akan meningkat tajam dalam beberapa bulan mendatang,  beberapa diantaranya melonjak 10 persen dalam dua bulan ke depan. 

John Catsimatidis, miliarder  supermarket Gristedes dan D’Agostino Foods, memperingatkan tentang perusahaan besar  makanan seperti Nabisco, PepsiCo, dan Coca-Cola akan memprioritaskan kenaikan harga produk.

“Saya melihat lebih dari 10 persen [kenaikan harga] dalam 60 hari ke depan,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Fox Business pada  Senin (18/10/2021).

Ia menambahkan tren tidak akan turun “dalam waktu dekat.” 

Catsimatidis merujuk kepada kenaikan inflasi dan kemacetan rantai pasokan yang saat ini mengganggu supermarket dan pengecer lainnya di seluruh Amerika Serikat.

Catsimatidis kemudian memperingatkan: “Saya melihat harga pangan naik sangat tinggi” karena CEO perusahaan makanan “ingin menjadi  terdepan dan cara mereka melakukannya adalah dengan membatalkan semua promosi. Mereka menjatuhkan barang-barang yang bergerak rendah. ”

“Mengapa memberikan sesuatu ketika Anda tidak harus memberikannya dan Anda membuat lebih banyak margin?” tanya Catsimatidis. 

“Jadi saya pikir sekarang perusahaan ini akan memiliki rekor keuntungan di kuartal ketiga,” ujarnya. 

Para ahli mengatakan penumpukan secara signifikan peti kemas yang  sedang diproses di dua pelabuhan utama California adalah pengiriman makanan dan barang-barang lainnya. Kekurangan energi di Asia-Pasifik dan Eropa, serta kekhawatiran terkait COVID-19, lockdown, dan mandat vaksin juga disalahkan atas krisis pasokan.

Awal bulan ini, Gedung Putih mengumumkan mereka dapat mendorong Walmart, FedEx, dan UPS untuk berkomitmen menambahkan lebih banyak shift untuk mengurangi masalah pengiriman. Pelabuhan Los Angeles juga berkomitmen untuk shift 24 jam selama seminggu sebagaimana yang dikatakan oleh administrasi Biden. 

Dibandingkan  setahun lalu, konsumen AS mengeluarkan uang lebih banyak untuk barang dan jasa, menurut data terbaru yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS. Dikarenakan ketika agensi melaporkan  indeks harga konsumen, pengukur inflasi utama yang mengukur berapa banyak orang Amerika membayar barang dan jasa, naik sekitar 0,4 persen pada September, naik 5,4 persen per Year Over Year (YoY). 

Misalnya, data menunjukkan warga Amerika membayar rata-rata sekitar 42 persen lebih banyak untuk satu galon gas natural daripada setahun sebelumnya. Mereka juga membayar 10,5 persen lebih banyak untuk telur, daging, unggas, dan ikan, 4 persen lebih banyak untuk kopi, 19 persen lebih banyak untuk bakon, 6 persen lebih banyak untuk selai kacang, 27 persen lebih untuk propana, minyak tanah, dan kayu bakar; 5,2 persen lebih untuk listrik; 24,4 persen lebih untuk kendaraan bekas dan 7,1 persen lebih untuk perkakas. (Vv)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular