Saturday, January 22, 2022
HomeNEWSCOVID-19 di Tiongkok Muncul Kembali, Beijing dan Shanghai Luncurkan Mekanisme Tanggap Darurat

COVID-19 di Tiongkok Muncul Kembali, Beijing dan Shanghai Luncurkan Mekanisme Tanggap Darurat

Luo Tingting

Situasi wabah di Tiongkok masih merebak.  Kasus baru ditemukan di Shanghai dan Beijing. Mekanisme darurat telah diaktifkan di kedua wilayah. Test COVID-19 dan skrining massal dilakukan terhadap warga dalam semalam. Sedangkan orang terkait langsung dikarantina.

Penularan lokal di Shanghai Muncul Kembali

Pada 3 Desember, Kantor Pencegahan dan Pengendalian Epidemi Kota Shanghai mengeluarkan pengumuman bahwa pada 2 Desember, dua kasus lokal yang baru dikonfirmasi adalah seorang ibu dan anak perempuan. Keduanya kembali ke Shanghai dari kereta berkecepatan tinggi pada 18 November. Mereka kemudian secara bertahap mengalami gejala ketidaknyamanan fisik.

Pada 1 Desember, sang ibu mulai demam. Keduanya pergi ke Rumah Sakit Renji Distrik Pudong untuk perawatan. Ia didiagnosis setelah menjalani Test COVID-19 dan dikirim ke rumah sakit untuk isolasi dan perawatan.

Menurut laporan resmi, kedua pasien telah divaksinasi dengan dua dosis vaksin.

Sebuah komunitas di Shanghai ditutup karena epidemi, dan jalan ditutup. (Tangkapan layar video)

Kawasan pemukiman Lane 186, Jalan Mudan, Jalan Huamu, Pudong New Area, tempat tinggal pasien, telah ditutup dan tergolong kawasan berisiko sedang. Warga di komunitas tersebut melakukan tes COVID-19 semalaman.  Pejabat setempat melaporkan bahwa 185 kontak erat dan 464 orang terkait telah dikarantina.

Sebuah komunitas di Shanghai ditutup karena epidemi, dan jalan ditutup. (Tangkapan layar video)

Pada 2 Desember, Rumah Sakit Jinshan yang berafiliasi dengan Universitas Fudan di Shanghai mengumumkan penangguhan layanan medis rawat jalan dan darurat sesuai dengan persyaratan atasan untuk penyelidikan.

Sebuah komunitas di Shanghai ditutup karena epidemi, dan jalan ditutup. (Tangkapan layar video)

Selain itu, Peninsula Garden Community, Changshou Road Street, Putuo District, Shanghai, dan Shanghai Century Park juga mengumumkan penerapan kontrol tertutup dengan segera.

Netizen berkomentar  satu demi satu atas kondisi terbaru yang terjadi : “Dikatakan  siswa sekolah dasar melakukan kontak erat dan pergi ke dokter gigi.” “Itu adalah sekolah dasar Sekolah Jinmeng.” Ya, dua jalan di sekitarnya dan pasar sayur juga ditutup. 

Netizen lainnya berkomentar : “Sebuah unit bangunan di Komunitas Xiangnan ditutup kemarin, dan saya mendengar bahwa ini ditutup lagi. Kemudian ada karyawan di supermarket yang tinggal di gedung ini. Jadi hari ini mereka tidak bisa membeli sayuran .”

Sebuah komunitas di Shanghai ditutup karena epidemi, dan jalan ditutup. (Tangkapan layar video)

Sebelumnya, tiga pasien yang dikonfirmasi ditemukan di Shanghai pada 25 November, dan lebih dari 20 rumah sakit di kota itu ditutup dan diperiksa untuk keadaan darurat, yang menimbulkan kekhawatiran publik. Seminggu kemudian, kasus lokal ditemukan lagi di Shanghai.

Wabah di Beijing Merebak, Dua Distrik Terapkan Tanggap Darurat

Beijing juga menambahkan kasus baru yang dikonfirmasi pada 2 Desember. Pejabat tersebut melaporkan bahwa pasien tersebut berasal dari Harbin. Ia tiba di Bandara Daxing Beijing pada 28 November dengan pesawat Southern Airline dan tinggal di distrik timur Kunyufu, Distrik Haidian.

Pada 1 Desember, pasien menerima panggilan telepon bahwa dia telah melakukan kontak erat dengan seorang pasien di Harbin dan membutuhkan test COVID-19. Hasil tes pada 2 desember menunjukkan positif, dan dia langsung dikarantina.

(Tangkapan layar jaringan)

Pada hari yang sama, Distrik Haidian meluncurkan mekanisme tanggap darurat. Distrik timur Kunyufu tempat pasien tinggal ditutup. Semua penduduk dites dalam semalaman, dan polisi ditempatkan di pintu masuk komunitas.

Distrik Chaoyang, tempat pasien pernah berkunjung, juga mengaktifkan mekanisme tanggap darurat untuk menerapkan kontrol sementara toko Jiamei (Toko Shilihe) dan melakukan penyelidikan epidemiologi oleh personel terkait.

Per 2 Desember, ada 6 wilayah berisiko tinggi dan 13 wilayah berisiko sedang di daratan Tiongkok. Saat ini, kasus paling serius terjadi di Manzhouli, Hulunbuir, Mongolia Dalam, dan jumlah kasus yang dikonfirmasi di Harbin juga terus meningkat. Namun demikian, karena Komunis Tiongkok kerap menutupi pandemi, dunia luar tidak dapat memastikan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi  di daratan Tiongkok. (hui)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

TERBARU

CERITA KEHIDUPAN