Era Baru News >> Cerita Budi Pekerti >> Cerita Budi Pekerti >> Diwu Lun, Pejabat yang Istimewa
Diwu Lun, Pejabat yang Istimewa
Zhi Zhen Kamis, 15 Oktober 2009

Diwulun, pejabat istimewaDiwu Lun adalah seorang pejabat pada Dinasti Han Timur awal. Dia tinggal di Provinsi Shaanxi. Dia jujur, bersahaja, dan murah hati. Tidak peduli di mana ia bekerja, ia selalu penuh perhatian terhadap rakyat. Ia menjadi pejabat yang istimewa karena hal-hal berikut dibawah ini:

Sejak ia masih anak-anak, Diwu sangat ingin membantu orang yang mengalami kesulitan. Selama pemberontakan yang dipimpin oleh Wang Mang, ada banyak bandit di lingkungannya, dan orang sekampung Diwu bergantung padanya. Mereka memilihnya sebagai pemimpin setempat untuk melawan bandit. Diwu memimpin orang-orang membangun benteng-benteng untuk melindungi diri. Puluhan kelompok pasukan pemberontak datang, tetapi tidak ada yang mampu menaklukkan benteng-benteng mereka. Setelah pemberontakan dilenyapkan, pejabat lokal memberikan penghargaan kepada Diwu. Ia diberi jabatan memimpin kantor kejaksaan dan biro pajak setempat. Dia tahu tanggung jawabnya besar, dan berulang kali mengatakan kepada bawahannya, "Di posisi kita, segala sesuatu yang kita katakan atau lakukan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Kita tidak boleh membahayakan orang atau menjadi serakah." Ketika atasannya ingin memberikan gaji yang lebih tinggi, ia menolak dan berkata, "kehidupan masyarakat sudah sangat sulit. Bagaimana saya bisa menambah beban mereka?"

Ketika Diwu menjadi Administrator Daerah Kuaiji, meskipun dia menjadi pejabat tinggi, dia masih sangat hemat. Dia mengenakan pakaian katun dan makan beras kualitas rendah. Dia bahkan mencari makanan kuda. Istrinya memasak makanan sendiri. Setiap gajian, ia hanya mengambil apa yang dibutuhkan keluarganya untuk makanan serta pakaian, dan sisanya disumbangkan kepada orang miskin. Dia percaya keluarganya tidak boleh mengumpulkan kekayaan dan oleh karenanya tidak membeli rumah megah atau barang-barang mewah. Seorang temannya berkata, "Setiap orang memiliki nasibnya sendiri. Anda hanya seorang. Berapa banyak orang yang dapat Anda selamatkan? Bagaimana mungkin Anda bisa membantu semua orang?" Diwu berkata, "Ini adalah keinginan saya dan niat adalah yang paling penting." Temannya berkata, "Anda sangat hemat, sederhana dan hidup jujur. Namun, jika Anda tidak memiliki rumah bagus dan kekayaan, apa yang anda wariskan kepada keturunan Anda?" Diwu tersenyum dan berkata, "Anda terlalu khawatir. Warisan kebajikan akan sampai ke anak cucu saya."

Ketika ia diangkat menjadi Administrator Daerah Shu, kebanyakan pejabat pemerintah di daerah mengejar uang dan tidak memperhatikan masyarakat. Ia memecat semua pejabat korup dan mengangkat orang-orang yang mempunyai integritas. Atas kebijakan tersebut, tak seorang pun pejabat pemerintah daerah menerima suap lagi. Dia juga mempromosikan banyak pejabat yang bermoral baik dan memiliki kemampuan kepada pemerintah pusa, beberapa diantaranya kemudian menjadi pejabat sangat tinggi. Semuanya tetap jujur dan tidak korup.


Diwu adalah orang lurus dan mengikuti aturan. Dia tidak menjilat penguasa. Pada waktu itu, seorang kerabat Ratu bertindak sangat arogan dan memegang banyak kekuasaan. Tidak ada seorang pun di pemerintah pusat berani memberi nasehat. Ketika Diwu mulai bekerja di pemerintah pusat, ia menulis banyak surat kepada Kaisar untuk memberikan saran terhadap orang ini. Ia juga menulis dalam suratnya bahwa orang-orang yang tidak memiliki integritas atau kemampuan tidak boleh menjadi pejabat. Banyak pejabat memusuhinya. Salah seorang rekannya berkata, "Kamu menghormati kebaikan dan keadilan, yang sangat mulia bagi seorang pria. Namun, kita adalah pejabat pemerintah, dan kita perlu tahu bagaimana sistem bekerja. Jika Anda tidak menyesuaikan diri, pada akhirnya Anda akan menyesal. " Diwu berkata, "Kebaikan dan kebajikan adalah jalan hidup saya. Itu hal yang terpenting. Bagaimana saya bisa kehilangan keduanya untuk menjaga pemerintah? Anda bermaksud baik, tetapi Anda tidak mengerti aspirasi saya."


Diwu mendapatkan penghargaan dan kepercayaan Kaisar Zhang dari Dinasti Han, dan dipromosikan ke posisi tertinggi. Dia memajukan pendidikan dan melakukan banyak hal untuk mensejahterakan rakyat. Dia mengatakan kepada orang di sekitarnya, "Kebaikan dan kebajikan tidak dapat diperoleh melalui pertempuran. Keduanya adalah sifat hakiki manusia, dan sumber bagi semuanya. Aku menyesal karena tidak melakukan perbuatan yang lebih baik dalam kehidupan ini, namun aku telah menerima begitu banyak berkah, di luar bayanganku! "


Setiap orang dari kita harus belajar untuk selalu menjaga pikiran baik, melakukan perbuatan baik, memperhatikan orang lain, dan benar-benar bertanggung jawab untuk diri kita sendiri.(Minghui.net/art)


 

Bagikan halaman ini ke :

| |

Cari Artikel di Era Baru :

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?

Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

eb mobile