|
Era Baru
|
Senin, 03 Mei 2010 |
|
Di pinggiran hutan tampak sekelompok
bunga bermekaran indah sekali, mereka dengan riang memanggil para lebah dan
kupu-kupu, “Hai lebah! Disini ada bunga yang harum dan penuh madu!”, sahut
salah satu bunga. Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu,
cepatlah kemari! Bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. Bunga pertama tetap
tidak mau mengalah, “Itu adalah Lebah bukan Kupu kupu!”, dibalas temannya,
“Bukan, itu adalah Kupu kupu!”, “Lebah!, Kupu kupu ! Lebah! Kupu kupu!, kedua
bunga itu berdebat. Bunga bunga yang lain tertawa melihat mereka. Ha ha ha ha
ha ha. Suasananya sangat ceria.
|
|
Hans Christian Andreson
|
Kamis, 15 April 2010 |
|
Pada sebuah malam menjelang natal. Malam sangat dingin, salju turun dengan
deras dan angin berhembus dengan kencang. Ada seorang gadis kecil yang sudah
kehilangan mamanya, untuk menghidupi papanya yang sedang sakit, tanpa memperdulikan badai salju
berjalan dijalan yang diselimuti salju menjual korek api.
|
|
Erabaru
|
Rabu, 14 April 2010 |
|
Sepasang burung pipit membuat sarang di sebuah ladang gandum muda. Berhari-hari berlalu, batang-batang gandum tumbuh tinggi dan anak-anak burung juga tumbuh. Suatu hari, ketika gandum matang berwarna emas melambai ditiup angin, petani dan putranya datang ke ladang.
|
|
Dongeng Aesop
|
Rabu, 14 April 2010 |
|
Seekor tikus kota suatu saat mengunjungi kerabatnya yang tinggal di desa. Untuk makan siang, tikus desa menyajikan tangkai gandum, akar-akaran, dan biji-bijian, dengan sedikit air dingin untuk diminum. Tikus kota makan sangat hemat, menggigit ini sedikit dan itu sedikit, dari sikapnya terlihat jelas bahwa ia makan hanya untuk bersikap sopan.
|
|
Oleh N C Ramaa
|
Senin, 12 April 2010 |
|
Dahulu pernah tinggal seorang sopir yang sombong di daerah
Qi, di negara di China. Dia adalah sopir Perdana Menteri negara. Suatu hari,
Perdana Menteri kebetulan melewati jalan di daerah rumah sopir Perdana Mentri
itu. Beberapa tetangga yang melihatnya sedang mengantar Perdana Menteri dan
sangat gembira.
|
|
Erabaru
|
Sabtu, 10 April 2010 |
|
Legenda ini menceritakan bagaimana lezatnya buah semangka itu datang ke Vietnam berabad-abad yang lalu, dan selalu dirayakan setiap tahun dalam Festival Tet. Orang-orang makan biji-bijian semangka panggang pada saat festival tahunan tersebut.
|
|
Oleh N. C. Ramaa
|
Jumat, 09 April 2010 |
|
Pernah tinggal seorang biarawan bernama Shan, di sebuah desa di Tiongkok. Dia telah terkenal, tapi ia sangat sombong. Qui Jun mendengar tentang kesombongannya dan ingin memberi pelajaran pada biarawan tersebut. Dia pergi menemui Shan yang tidak menyambutnya dan tidak mempedulikan kehadirannya.
|
|
Erabaru
|
Rabu, 07 April 2010 |
|
Ada
seseorang melihat ada seekor serigala tanpa kaki. Walaupun serigala ini tidak
mempunyai kaki, tetapi kelihatan serigala ini sangat gemuk dan sehat,
kelihatannya dia tidak kekurangan makanan. Dia merasa sangat heran :”seekor
srigala tanpa kaki bagaimana dapat hidup dihutan belantara dan memburu mangsa
untuk makanannya? Pada saat ini, dia melihat seekor singa menggigit seekor rusa.
Dengan sangat rakus dan tergesa-gesa singa ini mengerogoti mangsanya, lalu setelah perutnya kenyang, berlalu dari tempat
itu: lalu baru kemudian serigala ini memakan remah-remah daging rusa yang ditinggalkan singa
itu, dengan demikian dia mengisi perutnya sampai kenyang.
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 6 dari 38 |