| Xu Xun, Hakim Teladan |
| Zhizhen, Pureinsight | Kamis, 01 Oktober 2009 |
|
Suatu hari Xu Xun membeli tatakan lampu besi dari seorang yang menjual barang-barangnya di sebuah pasar. Saat ia memoles tatakan lampu tersebut di rumah, ia menemukan bahwa di bawah cat itu adalah emas, bukan besi. Maka, ia kembali ke pasar, menemui si pemilik dan mengatakan kepada dia bahwa ia mau mengembalikannya, karena itu adalah barang seni yang sangat mahal. Penjual sangat berterima kasih kepadanya dan mengatakan kepadanya bahwa karena peperangan yang bertahun-tahun ia tidak bisa mencari uang dan harus menjual barang milik keluarga yang diwariskan turun temurun padanya oleh nenek moyangnya. Dasar Moral yang tinggi dipertahankan oleh Xu Xun yang sungguh terkenal di kota tersebut. Ketika Xu Xun menjadi hakim di daerah Jingyang, ia membuat daerah disana bersih dari korupsi. Ia juga memberikan remisi bagi orang yang mau bertobat, mengembangkan kebaikan, dan menggunakan orang-orang lurus sebagai teladan. Ketika ia memulai pekerjaannya sebagai hakim, kebun-kebun milik sebagian orang terkena banjir. Ia membiarkan orang-orang mengunakan lahan pemerintah untuk bertani agar mereka tetap produktif. Banjir tersebut juga menyebabkan wabah. Ia mampu menerapkan pengetahuannya sendiri tentang kedokteran untuk menyembuhkan penyakit. Orang-orang yang tinggal di daerah-daerah yang berdekatan mendengar tentang bagaimana kepeduliannya pada orang-orang di daerah Jingyang dan banyak yang pindah ke daerahnya. Xu Xun adalah penegak kebenaran dan ia mengajarkan kepada orang-orang untuk melakukan hal yang sama kapan pun ia mendapatkan kesempatan. Ia menulis sebuah buku, “Pemaparan 8 Prinsip” untuk mulai membantu masyarakat. Buku ini mengacu tentang perbaikan-perbaikan karakter di dalam delapan bidang: 1) jadilah orang yang jujur dalam berhubungan dengan masyarakat; 2) hindari tendensi pemberontakan; 3) melenyapkan ketamakan; 4) melakukan hal sehari-hari dengan penuh perhatian; 5) memelihara sebuah pikiran yang terbuka; 6) berbelas kasih; 7) menerima orang-orang apa adanya; dan, 8) bersikap toleran. Ia percaya dengan meningkatkan moralitas, orang akan menuju pada jati dirinya yang lurus. Karena perilaku-perilakunya yang positif, para penduduk di daerahnya tertarik menjadi warganegara yang baik. waktu itu, di bagian Timur dari Dinasti Jin terjadi peperangan. Kondisi kehidupan tidak baik di sana kecuali beberapa ratus mil disekitar Xu Xun tinggal. Dalam kenyataannya, ada kedamaian dan kemakmuran di daerahnya. Xu Xun mengembangkan belas kasih dan kebaikan. Dalam buku mengenai keabadian, ditulis ketika Xu Xun berusia tiga puluh enam tahun, dia dan seluruh keluarganya naik ke surga. Ia dan sebelas muridnya dikenal sebagai “Dua Belas Raja”. Nama daerahnya dirubah menjadi “Daerah Deyang” untuk mengenang Xu Xun yang menekankan berperilaku berbudi luhur, yang memimpin menuju kemakmuran semua warganegaranya. Sejak dulu, orang-orang dengan standar moral yang tinggi adalah pencari kebenaran dan juga merupakan guru spiritual. Mereka adalah pembela kebenaran dan keadilan. (Erabaru/snd) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Hadapi Teroris, TNI Polri Selalu Siaga
- Alonso Menang di Grand Prix Formula 1 Bahrain
- Merokok Menyebabkan PMS Berat
- Menggunakan Kata Kiasan Melewati Sensor Internet China
- Pengacara HAM Ungkap “Perampasan Organ” di China
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Tuan Qin yang Gemar Barang Antik
- Sasaran Utama Teroris Bukan Barrack Obama
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Hujan Ikan dan Katak: Legenda atau Sejarah?
- Kemampuan Fisik Manusia Merosot Karena Teknologi Modern
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
Xu Xun adalah pengikut Tao yang terkenal selama Dinasti Jin (AD 265-420). Ia tinggal di kota Xu Chang di Propinsi Hunan. Kemudian, ia pindah ke kota Nanchang di propinsi Jiangxi. Ia adalah hakim daerah Jingyang. Ia seorang yang bijaksana, berkeinginan belajar, bersifat jujur, tidak mengejar ketenaran atau kekayaan. Ia adalah seorang sarjana sastra, astronomi, kedokteran, geografi, dan bahasa. Aktivitas sehari-harinya membantu mereka yang memerlukan dan memperkenalkan konsep-konsep moral kepada orang-orang. Karena reputasi baiknya, ia sungguh dihormati.


Mozilla Firefox