Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> Persekongkolan Besar PKC Dibalik Pembatalan 'Shen Yun' HK
Persekongkolan Besar PKC Dibalik Pembatalan 'Shen Yun' HK
Oleh: Xin Fei Kamis, 04 Februari 2010

Penolakan pemerintah Hong Kong untuk mengeluarkan visa kepada para staf inti dari kelompok kesenian Shen Yun dan memaksa untuk membatalkan pertunjukkan di Hong Kong, menuai protes keras dan menimbulkan pertanyaan para analis seberapa jauh sebenarnya otonom Hong Kong dari China. Masalah ini juga mungkin mengakibatkan tekanan yang lebih luas dari rezim China untuk menyatakan dirinya dalam relitas budaya, menurut para cendikiawan.

Shen Yun performing Art yang bermarkas di New York, yang memperkenalkan penampilan  kebudayaan tradisional Tiongkok, secara bangga menggaet para praktisi latihan spiritual Falun Gong  diantara para pemainnya. Itu menunjukkan bahwa Partai Komunis China (PKC) mencoba menindas di dalam Negeri China - dan sekarang di Hong Kong, demikian menurut para pendukungnya. Pertunjukkan awalnya di rencanakan awal Februari dan sekarang para pemegang tiket menungggu untuk pengembalian uang tiket mereka.

Di permukaan, PKC menghargai prinsip "satu negara, dua sistem." Tetapi masih menerapkan pengawasan ketat terhadap Hong Kong dalam masalah-masalah penting, menurut Yu Ying-Shih, seorang professor di Universitas Princeton.

Menurut Dr. Yu, sejarawan terkenal tentang China dan penerima Penghargaan Kluge 2006, PKC telah mengintensifkan usahanya untuk mempengaruhi luar daratan dan pada daerah yang berotonomi khusus. Ini termasuk memanfaatkan perkumpulan warga China internasional dengan alasan memperkenalkan budaya China untuk memperluas pengaruhnya di masyarakat Barat.

Yu mengatakan kerja PKC adalah menigkatkan rasa nasionalisme pada generasi muda dan telah memberi pelatihan  pada warga China di luar negeri dengan menghubungkan patriotisme dan setia kepada kekuasaan politik PKC.

Situs internet yang dijalankan oleh organisasi pelajar China dua kali lipat dari situs propaganda PKC. Para pelajar sering menawarkan insentif bagi yang mempromosikan dan bekerjasama dengan PKC.

Yu percaya bahwa banyak pelajar telah "kehilangan arah" demi untuk kepentingan sendiri, tetapi sebagian bekerja sama dengan PKC tanpa rasa takut.

"Bagi warga China yang di luar negeri yang khawatir akan kepercayaan diri, jangan terkecoh oleh wajah palsu PKC yang penuh kepalsuan," kata Yu.

Dengan meningkatnya protes dan ketidak tenteraman masyarakat (di China) yang semakin mencapai puncak, adalah pasti bahwa kejatuhan PKC hanya menunggu waktu."

PKC sadar bahwa pemaksaan kekuasaan dan pelecehan hak-hak asasi tidak dikenal di Barat, dan menyebarkan dukungan Marxisme dan Maoisme juga di pertanyakan, katanya. Konskwensinya mengembangkan kemanusiaan China sebagai jalan untuk mendapatkan pengakuan dan memajukan agendanya.

Pada  Oktober akhir 2009, PKC telah membuat paling tidak 280 Institut Confucius di 87 negara.

 Sementara  pengakuan PKC mengatakan sistem Institut Confucius untuk melayani pengembangan bahasa dan kebudayaan China, Dr.Yu dan analis lain percaya tujuan sistem ini sebenarnya adalah untuk menyusupi kegiatan politik dan akademik di negara lain. "Di China daratan PKC menanamkan pada rakyat budaya Partai, melenyapkan budaya asli.

"Saya sangat yakin PKC tidak ada hubungan dengan kebudayaan tradisional-mereka hanya memanfaatkan budaya tradisional," kata Yu.

"Apapun yang dilakukan PKC, tujuan intinya adalah untuk mempertahankan kekuasaan,  dan apapun bisa di jadikan alat untuk tujuan itu."

Southern Weekly, surat kabar berpengaruh di China, melaporkan dua tahun yang lalu mengatakan bahwa cendikiawan Kanada menuduh Institut Confucius hanya melakukan kegiatan mata-mata. Kelompok lain juga memberikan tuduhan serupa kepada organisasi ini. (EpchTimes/man)

Read the original Chinese article.

 

Bagikan halaman ini ke :

| |

Cari Artikel di Era Baru :

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?

Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!