| Fang Lizhi, Aktivis Anti-komunis China Meninggal Dunia | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru News |
| Senin, 09 April 2012 08:07 |
|
Fang Lizhi, aktivis anti-komunis China yang pidatonya menginspirasi aksi protes di lapangan Tiananmen 1989 dilaporkan meninggal pada usia 76 tahun di Tucson, Amerika Serikat. Istri Fang, Li Shuxian mengatakan kepada Associated Press bahwa Fang meninggal pada Jumat (06/04) sore. Rekan Fang di AS, Wang Dan mengatakan komentar dan tulisannya Fang telah menginspirasi banyak kelompok muda saat ini. Wang yang juga merupakan warga pelarian China di AS menuliskan sejumlah komentarnya tentang kabar kematian Fang melalui akun Twitter dan Facebook miliknya . "Saya harap rakyat China tidak akan melupakan seorang pemikir seperti Fang Lizhi. Dia telah menginspirasi generasi muda di tahun 1989 dan membangunkan orang atas kerinduan terhadap demokrasi dan penegakan HAM," tulis Wang. "Fang adalah guru spiritual saya dan kematiannya adalah kehilangan besar buat saya. Saat ini saya tidak bisa melukiskan kesedihan saya dengan kata-kata." Fang merupakan ilmuwan astrofisika yang pernah menjadi bagian dari partai komunis namun kemudian keluar pada tahun 1987. Selama berada di China, dia menyampaikan dukungan terbuka terhadap aksi di Tiananmen meskipun dia tidak terlibat di lapangan. Sesaat setelah aksi protes di Tiananmen meletus, Fang bersama istrinya memnta suaka ke kantor kedutaan besar AS di China dan sempat tinggal di sana selama satu tahun sebelum akhirnya pergi ke AS. Pemerintah China sempat meminta AS menyerahkan keduanya namun permintaan itu ditolak sampai kemudian akhirnya Fang bersama istrinya diijinkan meninggalkan China. Fang Lizhi dan istrinya saat itu khawatir pemerintah komunis China akan menangkap mereka dan menjatuhkan hukuman mati akibat dukungan terhadap aksi di Tiananmen. Sejumlah mahasiswa mengatakan Fang kerap mengumpulkan mereka dan menjelaskan bahwa demokrasi merupakan sesuatu yang datang dari bawah dan bukan sebaliknya datang dari atas ke bawah. Fang yang pernah menjadi wakil Presiden Universitas Ilmu dan Teknologi China di Heifei ini juga kerap memperolok keberadaan partai komunis China. "Marxisme itu seperti gaun usang yang harus ditanggalkan." (Erabaru/bbc.co.uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Rahasia Tidur Nyenyak
- Tanaman Bisa Saling Mendengar
- Hidup Kembali dengan Mesin CPR Setelah Meninggal 40 Menit
- Hong Kong Menahan Praktisi Falun Gong
- Beban Hutang Negara Diatas Rp. 2000 Triliun
- Tikus Yongzhou
- Satu Anak Meninggal, Lebih dari 60 Terinfeksi Flu H1N1 di China Selatan
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak





Mozilla Firefox