Era Baru News >> China News & Culture >> China Update >> China, Obama dan Kebebasan Cyber
China, Obama dan Kebebasan Cyber
Era Baru News Jumat, 20 November 2009

Sanghai - Pengguna Internet China memberikan berbagai reaksi untuk meminta kebebasan informasi online pada sebuah pertemuan di balai kota antara Presiden AS Barack Obama dengan beberapa mahasiswa dari beberapa universitas terkemuka China saat kunjungan Obama ke China.

"Saya sangat mendukung kebebasan Internet, akses Internet, teknologi informasi lain seperti Twitter," kata Obama pada pertemuan itu, dalam menanggapi pertanyaan tentang pemblokiran secara rutin dari layanan Microblogging dan situs media sosial lainnya oleh pemerintah China.

"Semakin banyak arus informasi bebas, masyarakat menjadi semakin kuat, karena itu warga negara di seluruh dunia dapat memegang tanggung jawab pemerintah mereka," kata Obama.

"Mereka dapat mulai berpikir untuk diri mereka sendiri."

Obama menjawab dua pertanyaan:

"Di negara dengan 350 juta pengguna Internet dan 60 juta blogger, apakah anda tahu tentang firewall?" dan " Dapatkah kita menggunakan Twitter dengan bebas?"

Ironisnya, komentar Obama disensor dengan penterjemah internet langsung oleh pejabat Agen Berita China Xinhua dan kemudian dihapus di lebih dari 30 situs Web, pengguna Web melaporkan.

Great firewall

Aktivis cyber Beifeng yang berbasis di Guangzhou menyambut komentar Obama, mengatakan bahwa diplomat AS rupanya mendengarkan pendapat jurnalis dan blogger tentang "Great Firewall," yang dikenal secara online sebagai GFW, sistem yang kompleks dari prosedur pemblokiran, penyaringan, dan penyensoran yang membatasi konten berita televisi dan internet di China.

"Begitu banyak orang membawa isu Great Firewall, termasuk pelarangan untuk menentukan   skala wall perangkat lunak dan twitter," kata Beifeng, yang menghadiri salah satu pertemuan dengan diplomat Amerika Serikat.

"Ini pasti salah satu alasan mengapa Presiden Obama langsung menjawab pertanyaan pada pertemuan tersebut," katanya.

Komentator cyber yang berbasis di Beijing Lian Yue mengatakan reaksi online atas komentar Obama adalah positif.

"Kita seharusnya tidak mengharapkan seorang kepala negara asing untuk melakukan banyak hal untuk China," katanya.

"Tapi komentar Presiden Obama atas kebebasan cyber benar-benar menyenangkan warga negara China."

Tetapi beberapa orang mengatakan pengaruh Obama di China terlalu dibatasi untuk membuat dampak yang nyata pada situasi hak asasi manusia.

Mengadakan permohon

Sebuah laporan tentang penahanan dari 90 pemohon yang kehilangan rumah mereka karena pembangunan kembali perkotaan dari 2010 World Expo di Shanghai ini beredar luas pada Twitter dengan kata kunci ObamaCN, sebagai tahanan mereka telah berkumpul di ibukota dengan harapan bertemu Obama.

"Pada sekitar jam 10 pagi, perwira polisi dari kantor polisi Ganjiakou membawa 42 dari mereka ke kantor polisi, sementara sisanya melarikan diri," kelompok hak-hak sipil China Rights Defenders mengatakan pada situs Web-nya.

"Polisi mengeluarkan mereka yang ditahan dengan 'surat peringatan," yang memberitahu mereka bahwa tindakan mereka adalah "ilegal." Mereka disuruh menandatangani surat itu. Para Pemohon menolak mengadakan petisi massa. Mereka mengatakan bahwa mereka punya hak untuk menyambut Presiden Obama, mereka tidak melanggar hukum, dan menolak untuk menandatangani surat."

Ke 42 orang itu dibawa ke sebuah pusat penahanan dekat stasiun kereta api selatan sekitar jam 01:00 pagi dan kehilngan kebebasan mereka. Mereka diawasi oleh sekitar 20 orang tak dikenal.

"Kami tidak tahu identitas orang-orang yang menjaga kami," kata tahanan Wang Zhihua.

"Kami pikir itu adalah unsur-unsur kriminal dari polisi rahasia Beijing dan Shanghai. Tapi aksen Shanghai mereka tidak terdengar."

Komentar

Komentator sosial dan aktivis online Ai Weiwei mengatakan penahanan itu menunjukkan betapa sedikitnya yang bisa dilakukan presiden AS di China.

"Orang-orang ini ditahan karena kunjungan Obama," kata Ai di Twitter.

"Dia seharusnya tidak datang ke sini dan mengadakan pembicaraan dengan rezim diktator dan berpura-pura bahwa situasi hak asasi manusia dari orang-orang China adalah sesuatu yang menjadi perhatiannya."

Pengguna Twitter lain, sailholder, membandingkan China yang mengharapkan dukungan politik dari Obama dengan mereka yang memberikan konsesi lahan kepada kekuatan kolonial asing lebih dari satu abad yang lalu.

"Banyak orang ingin bertanya kepada Obama tentang GFW. Orang-orang ini percaya bahwa kekuasaan politik berbohong pada orang-orang asing," tulis sailholder.

"Ini adalah setaraf dengan Sun Wen, yang ingin menyerahkan tiga propinsi China timur kepada Jepang sebagai imbalan atas dukungan finansial ... kunjungan Obama adalah memberi muka kepada para pemimpin China."

Dan pengguna  menambahkan: "Bagaimana Obama akan membantu orang-orang China dengan isu-isu hak asasi manusia ketika ia memiliki setumpuk masalah hak asasi manusia didepan pintunya sendiri? Dia beruntung tidak menambah kekacauan."

Tepat sebelum China menghapus sensor kritik Obama terhadap kegiatan mereka sendiri, pengguna internet Shanghai terkejut karena hanya sebentar merasakan kebebasan browsing.

Situs Web luar negeri seperti Boxun dan Radio Free Asia diblokir begitu presiden terbang ke kota, kata pengguna internet.

Tetapi mereka mengatakan gerakan itu berumur pendek, dan hanya dimaksudkan sebagai rasa hormat kepada kunjungan pemimpin AS.

Pengguna Twitter xiahua bergurau: "Obama ke China: Hentikan sensor Internet. China ke Obama: Saya pikir kita akan menyensor anda di Internet." (Erabaru/RFA/dia)

 

Bagikan halaman ini ke :

| |

Cari Artikel di Era Baru :

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?

Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

eb mobile