| Ketika Tubuh Wanita Menjadi Kekuasaan Negara (1) |
| Oleh: Gary Feurerberg | Rabu, 25 November 2009 |
Komisi Lantos mengadakan sidang tentang kebijakan satu anak China
Sistem ini termasuk kontrasepsi wajib, wajib punya ijin untuk melahirkan, denda yang tinggi bagi yang melanggar, pemukulan fisik kepada anggota keluarga bahkan di paksa untuk menjalani sterilisasi dan aborsi, menurut Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat, Komisi Kongres dan beberapa media serta saksi mata. Invansi terhadap privasi penduduk oleh Kantor Kependudukan dan Keluarga Berencana (PFPO) yang ada diseluruh daerah di China tidak di duga oleh orang-orang Amerika. Aborsi paksa menjelang bulan-bulan kelahiran, bahkan pada bulan kesembilan, adalah legal dan dilakukan di China jika sang ibu tidak mengantongi ijin melahirkan. "Kebijakan Kontrol Penduduk China adalah kejahatan terhadap wanita dan kejahatan terhadap anak-anak-ratusan juta orang telah menjadi korban. Ini adalah kejahatan terhadap hak-hak wanita terbesar dalam sejarah manusia," kata seorang anggota kongres Chris Smith dari New Jersey, ketua dari Komisi Hak Asasi Manusia Tom Lantos (yang disebut "Komisi Lantos") pada sidang mengenai kebijakan satu anak China 10 November lalu. Komisi Lantos mendengarkan beberapa kesaksian tentang pemaksaan program keluarga berencana China dari para pengacara hak-hak asasi manusia dan ahli kependudukan. Walaupun demikian, dalam hal ini Komisi juga mendengarkan dari saksi, yang dipaksa oleh pejabat China untuk melakukan aborsi. Identitas dan wajah dari korban aborsi paksa di sembunyikan dibalik layar untuk melindungi dia dan keluarganya dari balasan partai komunis. Dalam sidang dia di beri nama 'Wujian.' Wujian mulai menjelaskan bahwa dia tidak punya ijin untuk hamil atau ijin melahirkan dan terlanjur hamil. Dia bersembunyi di kegelapan bangunan tanpa listrik dan takut akan ada mobil petugas lewat. Dia mengetahui bahwa Petugas Keluarga Berencana memukuli ayahnya setiap hari dan akan berlanjut sampai dia pergi kerumah sakit untuk menggugurkan kandungannya. Sebelum dia bisa memutuskan apakah akan menyelamatkan bayi atau ayahnya, petugas menemukan dia dipersembunyian dan menyeretnya ke dalam mobil. Wujian di bawa ke "rumah sakit," dan dia menyaksikan ratusan ibu hamil disana, "seperti babi di tempat penyembelihan" kata dia. Kemudian dia di bawa kekamar yang mana beberapa ibu-ibu telah dipaksa untuk menjalani pengguguran kandungan. "Beberapa ibu menangis, beberapa berduka, beberapa berteriak dan seorang ibu bergulingan di lantai menahan sakit yang tak tertahankan... Saya terus berkata kepada pelaku, "bagaimana kamu bisa menjadi pembunuh dan membunuh manusia setiap hari?" Perawat itu tidak berkomentar atas tuduhan itu. "Dia mengatakan tidak ada yang serius tentang semua ini baginya. Dia melakukan ini sepanjang tahun." Saksi mengatakan dia tambah terkejut ketika perawat itu mengatakan bahwa distrik ini pada tahun ini saja melakukan hampir 10,000 pengguguran kandungan. "Saya menyadari bahwa saya dan bayi saya hanyalah seperti sepotong daging kambing di papan pemotong." Akhirnya dia menyuntikkan jarum besar dan panjang di kepala bayi pada kandungan saya. Saat itu rasanya seperti diakhir dunia dan saya merasakan waktupun terhenti." Saat Wujian menjelaskan kesengsaraanya, ruang Kongres menjadi sunyi, beberapa pendengar terlihat berduka. "Secara fisik saya pulih setelah sebulan, tetapi secara mental psikologis-tidak akan pernah! Dia mengatakan dengan keras. Wujian mengatakan saya sering tidak bisa memaafkan diri sendiri...Saya tahu jutaan dari saudari kami di China menderita dan akan menderita seperti yang saya derita...Bagaimana menghentikan kejahatan kemanusiaan ini? " Konsksekwensi dari Kebijakan Kependudukan PaksaKebohongan China yang mengatakan perkiraan kelahiran 400 juta-lebih banyak dari keseluruhan penduduk Amerika Serikat-telah di "dicegah" dengan kebijakan satu anak, menurut harian China pada tanggal 7 Juli 2008. Konsekwensi dari kebijakan ini sangat mengerikan. Rasio antara anak laki-laki dan perempuan dalam kelompok umur 4 tahun adalah 120.8 laki-laki dari setiap 100 perempuan di tahun 2000, menurut laporan tahun 2009 Komisi Eksekutif Kongres untuk China (CECC). Rasio ini jauh lebih tinggi dari rata-rata dunia dari 105 berbanding 100. paling tidak lima provinsi rasionya didominasi laki-laki dan perempuan 130 banding 100. Ini secara umum dipercaya bahwa statistik ini adalah hasil dari aborsi secara selektif dimana bayi laki-laki biasanya diinginkan daripada bayi perempuan. Teknologi ultrasound, bisa menentukan apakah bayi dalam kandungan laki-laki atau perempuan, dikombinasikan dengan kebijakan satu anak meningkatkan perbandingan laki-perempuan secara abnormal, khususnya di pedesaan, demikian menurut laporan CECC tahun 2009. "Karena aborsi, pembuangan dan pembunuhan terhadap bayi perempuan, di perkirakan 37 juta laki-laki China tidak akan pernah menikah karena calon istrinya telah dibunuh sebelum kelahiran mereka," kata Reggie Littlejohn, presiden dari Women's Rights Without Frontiers, yang menggambarkan proyeksi kependudukan tahun 2007, di terbitkan pada People's Daily. "Ketidak seimbangan jenis kelamin ini sangat kuat, yang menggerakkan kekuatan di balik perdagangan wanita dan perbudakan seks, tidak hanya di China tetapi di seluruh Asia," kata Littlejohn. Littlejohn mengutip sebuah sumber bahwa China merupakan tempat paling banyak wanita yang bunuh diri diseluruh dunia, lima kali lipat dari rata-rata dunia, yang mana dengan angka kasar kira-kira 500 kasus setiap hari, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia. China adalah satu-satunya di dunia dimana wanita bunuh diri lebih banyak dari pada laki-laki-tiga kali lipat lebih tinggi, menurut Studi Krisis Psikologi dan Pusat Pencegahan Beijing. Apa penyebab dari tingginya jumlah wanita bunuh diri di China? Bagi Littlejohn dan yang lain dalam sidang ini menyimpulkan, penyebabnya adalah pemaksaan melakukan keluarga berencana dan pemaksaan aborsi dan pemaksaan sterilisasi. (EpochTimes/man) |
Kebanyakan orang tidak banyak tahu tentang kebijakan satu anak di China, yang dimulai dengan "Kebijakan penduduk dan Keluarga Berencana" di tahun 1978.

Mozilla Firefox