Home

Lembaga Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pengelolaan sumber daya hayati, laut dan habitat nasional di Amerika Serikat, US National Marine Fisheries Service (NMFS) mengatakan bahwa singa laut di pantai barat Alaska yang biasanya beristirahat di atas es, sudah tidak seperti biasanya.

NMFS dalam laporannya menyebutkan puluhan ribu singa laut itu berenang ke darat. Akibat dari es di kutub utara merosot drastis. Sejak 2007 lalu, para ilmuwan pemerintah melacak beberapa habitat singa laut besar di Haulouts Alaska, pekan lalu mulai dilakukan pelacakan babak baru.

The New York Daily News melaporkan bahwa para ilmuwan mamalia laut, Megan Ferguson dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) Amerika Serikat dan ahli Perikanan mengatakan di situsnya, "Pada Laut Chukchi pantai timur laut Alaska muncul habitat singa laut besar, itu adalah fenomena yang relatif baru."

Pada Laut Chukchi, singa laut biasanya istirahat di atas es, makan kerang dan mangsa lain.  Namun dalam dekade terakhir, karena suhu global terus meningkat, mereka dipaksa lebih sering berada ke daratan.

Web Physics Today melaporkan bahwa sejak pengukuran yang mulai dilakukan pada 1979 sampai September 2012, luas es di laut mencapai tingkat terendah. Cakupan area mengalami penurunan hingga 55 persen dibandingkan dengan pengukuran pada 1980.

Dalam laporan yang baru saja dirilis tentang pemanasan global, komite profesional Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan, "Selama tiga dekade terakhir, hilangnya bongkahan es pada laut kutub utara pada musim panas merupakan yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Departemen Perikanan Laut Amerika melaporkan bahwa itu benar-benar berita yang sangat tidak baik. Kabar ini memungkinkan meningkatnya penampakan singa laut.  Terutama singa laut kecil, singa laut remaja dan singa laut betina.  

Tekanan hidup kepada mereka diprediksi akan meningkat, karena mangsa mereka berkurang. Mereka akan menghabiskan lebih banyak usaha untuk menangkap mangsa. Antara mereka satu sama lain akan saling menginjak-injak dan terjadi kanibalisme. (et/lim/asr)

Bagikan ke teman-teman :
Yindo Digital

NTDTV FOODEASE


Warning: video_info() [function.video-info]: Node no longer exists in /home/indonlei/public_html/modules/mod_vipervideopro/helper.php on line 372

Warning: video_info() [function.video-info]: Node no longer exists in /home/indonlei/public_html/modules/mod_vipervideopro/helper.php on line 372
Banner Shenyun
Banner 9 Komentar

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.