| Aktivitas Ledakan Bintang Dalam Galaksi Berakhir |
| Oleh: Andres Cordova | Minggu, 07 Februari 2010 |
|
Penemuan baru ini telah membingungkan para ilmuwan, karena Gugus M18 ditandai sebagai gugusan yang dapat mempengaruhi tingginya kwantitas aktivias ledakan bintang (atau formasi berbagai bintang). Aktivitas semacam ini biasanya terjadi setelah bertemunya dua galaksi atau ketika terjadi tabrakan. Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami mekanisme rumit terkait formasi bintang, namun hal tersebut diyakini sebagai interaksi berdampingan antara beberapa galaksi yang dapat menyebabkan rotasi tidak stabil, akibat pengalihan gas menuju nukleus galaksi. Gas kemudian terkonsentrasi pada nucleus dan menyulut ledakan pada bintang. NGC 2976 kemungkinan telah berinteraksi dengan galaksi yang lebih besar kira-kira 500 juta tahun lalu, yang memotong konsentrasi gas di dalamnya, mengakibatkan sebagian gas keluar galaksi dan sisanya masuk ke dalam nukleus. Konsentrasi gas pada lapisan luar galaksi kini telah berhenti memunculkan bintang-bintang baru, namun aktivitas kelahiran bintang pada inti masih menonjol. Meskipun NGC 2976 dianggap sebagai spiral, strukturnya agak jarang karena tidak memiliki lengan-lengan spiral dan tidak memiliki bentuk tengah seperti yang dimiliki galaksi sejenis. "Galaksi tersebut kelihatan aneh karena berinteraksi dengan Gugus M81 sekitar satu milyar tahun lalu dengan melepas gas dari bagian luar galaksi. Memaksa sisa gas melesat kearah pusat galaksi, di mana galaksi tersebut hanya memiliki sedikit struktur pilar yang tersusun," ujar Dr. Benjamin Williams, astronom pada Universitas Washington, Seattle, yang juga sebagai direktur peneliti Hubble, dalam sebuah konferensi pers. Meskipun kasus NGC 2976 ini sangat langka, Dr. Williams yakin ada galaksi kecil yang telah terpengaruh dengan cara serupa akibat berhimpitnya sejumlah galaksi. Bagaimanapun juga, hal tersebut masih perlu dibuktikan karena fenomena ini masih umum kecuali Teleskop Hubble dapat menemukan galaksi kecil serupa untuk diuji. (EpochTimes/sua) Read the research paper at http://arxiv.org/abs/0911.4121 |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Bagian Tubuh Atas Sakit Diobati dengan Bagian Tubuh Bawah
- Polisi Belum Temukan Bom Rakitan Dulmatin
- Pabrik Nuklir Bocor VS Hak-hak Negara Bagian
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- 7 Sen
- Misteri Penampakan Naga
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
Sejumlah gambar dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble memperlihatkan apa yang tampaknya menjadi akhir dari proses penciptaan bintang bagi galaksi spiral kecil yang jaraknya 12 juta tahun cahaya dari Bumi. Ini adalah galaksi kecil NGC 2976 dari gugus M18, gugusan galaksi dalam konstelasi bintang Biduk, dekat dengan Gugusan Lokal. Gugusan Lokal adalah gugusan beberapa galaksi, termasuk Bima Sakti.


Mozilla Firefox