| Kisah Tentang Dewa Dapur | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru |
| Minggu, 04 Maret 2012 16:18 |
|
Kebudayaan tradisional Tiongkok adalah budaya yang diinspirasikan dengan sempurna oleh Dewa dan dipuja oleh manusia selama lima ribu tahun.
Dalam legenda Dewa Dapur, dikisahkan bahwa Dewa Dapur dikirim dari Surga ke Bumi oleh Kaisar Langit. Dewa Dapur bertugas untuk memantau perilaku dan merekam perbuatan manusia sehari-hari yang baik maupun buruk. Pada masa Dinasti Ming, ada seorang guru bernama Yu Du. Dia adalah seorang cendikia muda dan lulus ujian pegawai istana tingkat pertama pada usia 17 tahun. Dia dan beberapa temannya mendirikan sebuah sekolah. Dalam beberapa tahun, dia juga sudah tujuh kali mencoba untuk ikut ujian tingkat tinggi untuk menjadi pegawai istana, tetapi selalu gagal.
Yu memiliki lima orang anak laki-laki dan empat anak perempuan. Empat anak laki-lakinya meninggal di usia muda karena sakit, tetapi anak ketiganya sehat dan cerdas. Namun, ketika anak ini berusia delapan tahun, ia hilang saat bermain di luar rumah. Hanya satu dari anak perempuannya yang selamat. Istri Yu sangat sedih dan terus menangis hingga akhirnya menjadi buta. Yu terpaksa menutup sekolahnya karena kekurangan murid.
"Anda suka berdebat, hati Anda penuh dengan kecemburuan,ketidakadilan dan kata-kata yang tajam dan penuh dengan arti. Anda berharap mendapat keuntungan atas segala apapun yang anda lakukan. Meskipun Anda belum pernah berselingkuh dengan seorang wanita, Anda menatap setiap wanita yang menarik dengan nafsu di dalam hati. Semua pikiran buruk Anda juga telah terekam. Anda bahkan tidak bisa menghindari kesulitan di depan Anda namun Anda berharap berkah Dewa.” kata kakek itu.
"Mengapa anda tidak melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, tidak mengharapkan imbalan dan melepas keuntungan dan ketenaran. Tidak memandang perbuatan baik itu besar atau kecil, tetapi hanya melakukannya saja. Seiring dengan waktu berjalan, anda akan melihat hasilnya. Selama melakukan perbuatan baik dengan tergesa-gesa, kemungkinan anda mengubah keputusan langit!”, kembali kakek itu berujar. Setelah berkata kakek tua itu berjalan mendekati dapur dan menghilang. |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- Memecah Rekor Mencapai Puncak Everest pada Usia 80
- 'Free Cina: The Courage to Believe' Diputar Perdana Untuk Umum di New York
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup





Mozilla Firefox