Era Baru News >> Featured News >> China Update >> Hidup Kembali Setelah Enam Hari Dalam Peti Mati
Hidup Kembali Setelah Enam Hari Dalam Peti Mati Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Chris Parsons   
Sabtu, 14 April 2012 08:38

alt

Seorang wanita Tiongkok 95 tahun yang dinyatakan telah meninggal dunia, hidup kembali enam hari setelah ia ditempatkan dalam peti mati.

Hal ini tentu saja membuat kaget para tetangga dan keluarganya. 

Li Xiufeng ditemukan tidak bergerak dan tak bernafas di tempat tidur oleh tetangganya, dua minggu setelah tersandung dan menderita cedera kepala di rumahnya di Beiliu, Provinsi Guangxi.

Tetangga yang menemukannya dalam keadaan tidak bergerak berpikir bahwa wanita tua itu telah meninggal dunia.

Dia kemudian ditempatkan dalam peti mati tersegel yang disimpan di rumahnya—yang dalam tradisi Tiongkok untuk memberikan penghormatan terakhir oleh kerabat dan sahabat-sahabatnya. 

Namun sehari sebelum pemakaman, tetangganya menemukan peti mayat tersebut kosong, dan menemukan nenek  95 tahun itu sudah beraktivitas dan memasak di dapur.

Tetangganya Chen Qingwang (60), yang paling pertama menemukan Nenek Xiufeng, mengatakan: "Dia samasekali tidak bergerak, jadi saya datang untuk membangunkannya.”

“Entah seberapa keras saya mendorong dan memanggil namanya, ia tetap tidak bereaksi.”

"Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres, saya juga mencoba napas buatan, dan dia telah meninggal, namun tubuhnya masih belum dingin. “

Saat Nenek Xiufeng ditinggal sendirian, ketika Qingwang dan putranya melakukan persiapan pemakamannya, mayat wanita itu masih ada dalam peti.

Sehari sebelum ia dijadwalkan akan secara permanen dimakamkan, Qingwang kembali melihat peti mati tetangganya dan menemukan 'mayat'-nya telah menghilang.

Qingwang mengatakan, "Kami begitu terkejut, dan segera meminta para tetangga untuk datang membantu."

Tetangga sibuk mencari-cari mayat nenek itu sebelum akhirnya ia ditemukan memasak di dapurnya.

Dia mengatakan kepada penduduk desa, "Saya tidur dalam waktu yang lama. Setelah bangun, saya merasa sangat lapar, dan ingin memasak sesuatu untuk dimakan.”

"Saya mendorong-dorong tutup peti mati dalam waktu yang lama agar bisa keluar."

Paramedis mengatakan Xiufeng telah mengalami ‘kematian buatan'. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak bernapas, namun tubuhnya tetap hangat.

Seorang dokter di rumah sakit setempat mengatakan,"Berkat tradisi lokal, yang menempatkan mayat dalam peti mati di rumah duka selama beberapa hari, dia bisa diselamatkan.” (Erabaru/DM/sua)

 

Bagikan halaman ini ke :

|