Era Baru News >> Featured News >> China Update >> Tembok Berlin - Gaya China
Tembok Berlin - Gaya China
Kan Zhong Guo / Erabaru.net Sabtu, 21 November 2009

Polisi Internet ChinaPada tanggal 3 November 2009, Reporters Without Borders mengkritik pihak berwenang China karena memblokir situs yang dikenal sebagai "Tembok Berlin virtual". Mr. Wu Fan, seorang komentator berita-berita hangat di New Tang Dynasty Television, memberikan laporan yang lebih rinci tentang hal ini.

Mr. Wu berkomentar bahwa Partai Komunis China (PKC) bermaksud memblokir segala macam informasi yang bisa menyebabkan jatuhnya kekuasaan diktatornya. Ia mencoba membangun sensor dunia maya ala China setara Tembok Berlin melalui Golden Shield dan Great Firewall China.

Website "Tembok Berlin virtual" didirikan untuk memperingati runtuhnya Tembok Berlin yang kedua puluh. Situs tersebut telah diblokir oleh pihak berwenang China sejak dibuka pada tanggal 20 Oktober lalu. Mr. Wu percaya bahwa Tembok Berlin melambangkan tirani Komunis otokratis dan penolakan kebebasan dan demokrasi.

Wu mengatakan, "Partai Komunis takut akan kebangkitan orang-orang China, sehingga harus memblokir situs tersebut. Anda bisa melihat bahwa Partai itu sedang dalam ketakutan terhadap apapun yang bisa menyebabkan kejatuhannya."

Wu juga mengatakan bahwa karena sensor tersebut kebanyakan orang di daratan China tidak mengetahui sejarah Tembok Berlin, cerita dan maknanya. "Orang-orang yang mengetahui sejarah itu tidak diperbolehkan membicarakannya. Partai telah bertekad untuk membangun 'Tembok Berlin' yang lebih besar, Tembok Berlin ala China untuk membungkam rakyat."

Chen Xi, seorang aktivis demokrasi dari Guizhou, percaya bahwa siapa saja yang mengetahui teknologi Internet akan mencari cara untuk memecahkan blokade China.

Chen mengatakan, "Kita harus meruntuhkan 'Tembok Berlin fundamental' ini, yang memisahkan orang-orang China dari masyarakat internasional, sehingga perilaku opresif yang dilakukan oleh Partai Komunis China untuk terus membinasakan orang-orang akan terhentikan."

Sejak pembukaan situs "Tembok Berlin virtual" tersebut, beberapa ribu pengguna dari daratan China telah meninggalkan pesan mengutuk sensor PKC. Banyak pengguna internet mengatakan bahwa mereka menganggap Firewall Internet China merupakan Tembok Berlin yang menyekat antara China dan dunia luar. Mereka sangat menantikan keruntuhannya lebih awal. (sc/bud)

Click here to read this article in English version.

 

Bagikan halaman ini ke :

| |

Cari Artikel di Era Baru :

Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?

Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!