Sejumah ilmuwan pada European Southern Observatory (ESO) telah mengungkap bintang paling primitif di luar galaksi Bima Sakti. Bintang-bintang ini tersembunyi selama beberapa tahun, namun kini telah terdeteksi berkat observasi baru Teleskop ESO.
Endevour merupakan pesawat ulang-alik NASA yang meluncur, Senin (8/2), dari Kennedy Space Center, Florida. Pesawat ruang angkasa itu membawa modul dan kupel Stasiun Ruang Angkasa Internasional yang dirancang untuk membantu memantau bumi.
WASHINGTON - Gambar sinar-X baru tentang lubang hitam ( Black Hole ) yang super raksasa di pusat Bima Sakti telah membantu astronom menemukan mengapa lubang hitam sedang kelaparan.
Obyek yang menghanam Yupiter akhir pekan lalu melepas energi ribuan kali lebih banyak daripada ledakan Tunguska di Siberia pada 1908 silam, ujar sejumlah astronom.
Washington DC - Sebuah tim astronom internasional telah secara akurat mengukur jarak dari bumi ke sebuah lubang hitam untuk pertama kalinya. Tidak perlu berpacu dengan model matematika para astronom datang dengan jarak 7.800 tahun cahaya, jauh lebih dekat daripada yang diperkirakan sekarang ini. Para peneliti mencapai terobosan ini dengan mengukur emisi radio dari lubang hitam dengan gugusan bintang yang sedang memudar menuju lenyap.
Jutaan orang merasakan kegelapan akibat gerhana matahari terlama yang hanya terjadi 1.000 tahun sekali, dengan perubahan matahari menjadi lingkaran cincin.
Sebuah obyek misteri ruang angkasa, yang diyakini sebagai asteroid, melintas mendekati Bumi. NASA mengatakan para astronom kini sedang berupaya memastikan asal-usul benda tersebut
Obyek yang disebut 2010 AL30, melintas pada 76.000 mil (122.000 km) dari Bumi, atau kira-kira sepertiga dari jarak ke Bulan, Rabu (13/1) siang.
Penemuan awal pekan ini telah membingungkan para ilmuwan, dengan spekulasi sejumlah astronom akan adanya kemungkinan benda angkasa yang lebarnya menyerupai obyek buatan manusia.
NASA mengatakan benda tersebut cenderung merupakan asteroid kecil, salah satu dari sekitar 2 juta obyek yang mendekati ruang Bumi.
Memiliki lebar antara 33-50 kaki (10-15 m), ujar para ahli, seraya menambahkan bahwa benda tersebut terlalu kecil untuk menyebabkan kerusakan pada Bumi.
Obyek, yang melintasi Bumi pada 1247 GMT itu, dideteksi oleh NASA yang didanai program Lincoln Near-Earth Asterod Research, Senin (11/1) dan digambarkan oleh Australian-Grove Creek Observatory di Trunkey Creek, New South Wales.
Sejumlah ilmuwan mengatakan para astronom professional akan dapat melihat cahayanya dengan kecerahan 14 bintang yang menyerupai Pluto dalam konstelasi Orion, Taurus dan Pisces.
Dua ilmuwan Italia, Ernesto Guido dan Giovanni Sostero, dari Observatorium Remanzacco, mengatakan kepada Kantor Berita Rusia, Rio Novosti, bahwa benda tersebut memiliki periode orbit hampir tepat satu tahun dan kemungkinan merupakan obyek buatan manusia, seperti pendorong roket yang telah tidak dipakai.
Seorang juru bicara NASA seperti dilansir Telegraph mengatakan "asteroid tersebut tidak menimbulkan resiko karena diameternya kurang dari 25 meter, yang akan habis terbakar pada atmosfer kita dan sangat kecil kemungkinannya mengakibatkan kerusakan".
Ia juga mematahkan adanya pernyataan bahwa benda tersebut buatan manusia.
"Karena periode orbit benda tersebut hampir identik dengan satu tahun periode Bumi, sebagian orang telah mengarahkan pandangan adanya kemungkinan benda itu merupakan roket pendorong buatan manusia yang berada pada orbit sekitar Matahari,"
"Bagaimanapun juga, orbit obyek ini mendekati orbit Venus pada titik yang paling dekat dengan matahari dan hampir keluar mendekati orbit Mars pada titik terjauh, dengan melintasi orbit Bumi pada sudut yang sangat curam. Ini yang membuat sangat tidak mungkin bahwa 2010 AL30 adalah roket pendorong."
"Selain itu, perhitungan-perhitungan lintasan menunjukkan bahwa obyek ini tidak dapat dikaitkan dengan beberapa peluncuran terakhir dan benda ini tidak mendekati Bumi jauh sebelum penjelajahan antariksa dimulai," imbuhnya. (Erabaru/Telegraph/sua)