| Polisi Israel Serbu Jerusalem Timur, Tangkap Puluhan Orang |
| Era Baru News | Selasa, 09 Februari 2010 |
|
Jerusalem - Lima personil polisi Israel cedera, Senin (8/2), selama penyerbuan di Jerusalem Timur, peristiwa yang menghasilkan penangkapan 25 tersangka, kata jurubicara polisi Micky Rosenfeld. "Beberapa personil cedera. Empat sekarang dirawat di rumah sakit," kata Rosenfeld. Pasukan Keamanan menahan 25 orang, yang 14 di antara mereka diduga terlibat dalam kerusuhan itu, katanya. Ratusan personil dari Penjaga Perbatasan dan pasukan lain polisi, dengan dukunga satu helikopter dan buldoser, menyerbu kamp pengungsi Shu`fat di bagian utara Jerusalem Timur. Operasi tersebut, yang dimulai Ahad malam dan berlanjut sampai Senin, ditujukan untuk menangkap penghindar pajak dan penghuni gelap. "Ini adalah operasi terbesar dalam beberapa tahun," kata Jamel Sandouka, pegiat masyarakat sipil Palestina di kota itu. "Tentara menerobos ke dalam rumah, menggeledahnya secara kasar dan merusak furnitur," katanya. Ia menambahkan beberapa remaja yang berusia di bawah 17 tahun juga ditangkap. Bentrokan terjadi belakangan, ketika pelajar setempat mengakhiri kegiatan belajar-mengajar dan pulang. Sebagian di antara mereka mulai melemparkan batu ke arah polisi. Empat-belas remaja ditangkap untuk diinterogasi, kata Rsenfeld --yang menambahkan mereka "diperlakukan secara layak". Para pekerja kotapraja Jerusalem juga ikut dalam operasi tersebut, yang digambarkan oleh Rosenfeld sebagai dimaksudkan untuk "meningkatkan prasarana" di kamp itu. Namun, Wakil Menteri Palestina Urusan Tahanan Ziad Abu Ein , menyebut penyerbuan tersebut bagian dari kebijakan Israel untuk mengusir orang Palestina dari Jerusalem di bawah ancaman keamanan. Pemerintah Otonomi Palestina, Senin sore, mengutuk penyerangan tersebut sebagai tak pernah terjadi sebelumnya. Israel merebut Jerusalem Timur selama Perang Enam Hari 1967 dan belakangan mencaploknya dalam tindakan yang tak diakui oleh masyarakat internasional. Israel menganggap Jerusalem sebagai ibukotanya yang tak dapat dipisahkan, sementara Palestina ingin bagian timur kota suci itu sebagai ibukota negara masa depan mereka. Sebanyak 25.000 orang Palestin kini tinggal di Shu`fat, kebanyakan dari
mereka adalah pengungsi yang meninggalkan kota kelahiran mereka pada
1948. (ant/sys) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Demokrat Ganjalan DPR Gunakan Hak Menyatakan Pendapat
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Hadiah Nobel Obama Disumbangkan untuk Amal
- China Desak Google untuk Beradaptasi
- China Menekan Portland Atas Pawai Tibet
- Bencana Alam Semesta Menjelaskan Terhentinya Pertumbuhan Galaksi
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Kemampuan Fisik Manusia Merosot Karena Teknologi Modern
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Kemarau Panjang Semakin Parah di China
- Kisah Momotaro
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia



Mozilla Firefox