| Militan Bebaskan Tiga Sandera Perancis | Array Cetak Array | Surel |
| Ditulis oleh Erabaru |
| Selasa, 15 November 2011 23:55 |
|
Tiga pekerja sosial Perancis yang diculik kelompok militan Al-Qaeda di Yaman lima bulan lalu telah dibebaskan, menurut pernyataan kantor kepresidenan Perancis, Senin (14/11). Menurut seorang kepala suku setempat yang terlibat dalam pembebasan sandera, ketiga warga Perancis itu dalam keadaan sehat. Sementara itu pejabat pemerintah Provinsi Shabwa memastikan ketiga warga Perancis itu akan segera dibawa ke ibukota Sana'a. "Mereka bersama saya di Ataq (Yaman selatan) satu jam setelah mereka dibebaskan Al-Qaeda," ujar kepala suku itu. Berita pembebasan ketiga orang ini disambut baik kelompok Triangle Generation Humanitaire organisasi swadaya masyarakat Perancis tempat ketiganya bernaung. Beberapa sumber di kalangan suku-suku Yaman mengatakan pada Juli lalu ketiga pekerja sosial itu, dua perempuan dan seorang laki-laki, diculik Al-Qaeda di kota Seyun, dekat Hadramaut, 600km sebelah timur Sana'a. Mobil mereka ditemukan 20km dari kota Shibam yang dikenal sebagai Manhattan Padang Pasir karena deretan bangunan bertingkat yang dibuat dari lumpur. Pada 27 Juli 2011, para penculik yang merupakan anggota Al-Qaeda meminta tebusan US$12 juta atau setara dengan Rp107 miliar untuk ketiga warga Perancis itu. Pada September lalu, ketiga orang itu muncul dalam sebuah rekaman video dan menyatakan bahwa pemerintah belum memenuhi keinginan para penculik. Sementara itu, pemerintah Perancis secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Oman atas peran sertanya dalam pembebasan ini. "Pemerintah Perancis mengucapkan terima kasih kepara Sultan Oman dan pemerintah Oman atas bantuannya dan semua pihak yang membuahkan hasil bahagia ini," demikian pernyataan resmi kantor Presiden Prancis. Namun, pemerintah Perancis tidak menjelaskan peranan pemerintah Oman secara konkrit. Pada September lalu, pemerintah Oman membayar uang tebusan untuk dua pendaki gunung asal Amerika Serikat yang ditahan Iran selama dua tahun karena dituding sebagai mata-mata. Ketiga warga Perancis yang diculik itu bekerja dalam program pengembangan pertanian di Yaman. Penculikan warga asing kerap terjadi di Yaman berbagai suku sebagai sarana mendapatkan kompensasi dari pemerintah. Selama 15 tahun terakhir setidaknya 200 orang warga asing diculik di Yaman, namun sebagian besar dari mereka dibebaskan tanpa disakiti. (Erabaru/BBC.Co.Uk/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!
- 'Free Cina: The Courage to Believe' Diputar Perdana Untuk Umum di New York
- Anggota DPRD DKI Jakarta Ancam Copot Jokowi
- Seorang Wanita Dengan Tangan Bionic 200.000 Dolar (Video)
- Direktur IMF Diperiksa Terkait Kasus Penyelewengan
- Sebuah Rezim Membuat Perang Terhadap Latihan Falun Gong Yang Damai
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup
- Kisah Jejak Kaki
- Pendiri Falun Dafa Berbicara di Hadapan 8.000 Praktisi pada Konferensi New York
- Menyingkap Perampasan Organ di Masanjia
- Tiga Milyar Orang dalam Bahaya Ketika Memasak Makanan
- Kelompok Pengacara HAM China Ditangkap Setelah Mengunjungi Pusat Cuci Otak
- Parade Akbar New York Mengungkap Perjalanan Sejarah Falun Dafa
- Kisah Jejak Kaki
- Tidak Menyesal Berbuat Amal
- Seumur Hidup





Mozilla Firefox