Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> AS Minta Suriah Segera Hentikan Kekerasan
AS Minta Suriah Segera Hentikan Kekerasan Array Cetak Array  Surel
Ditulis oleh Erabaru News   
Rabu, 04 April 2012 11:26

alt

Menjelang dilakukannya gencatan senjata seperti yang diusulkan PBB dan Liga Arab, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Susan Rice ingatkan Suriah agar segera menghentikan aksi kekerasan.

"Dari sudut pandang AS, dan saya kira banyak anggota PBB yang berpandangan sama, apa yang kita saksikan di Suriah sejak 1 April lalu sangat tidak menjanjikan," ujar Rice sebagaimana dilansir BBC.

"Pemerintah AS sangat prihatin dan merasa skeptis bahwa pemerintah Suriah akan memenuhi komitmennya," imbuhnya.

Rice menambahkan Dewan Keamanan PBB harus bereaksi cepat jika Suriah gagal memenuhi janjinya untuk menghentikan operasi militer pada 10 April mendatang.

Saat ini negara Barat tengah membahas rancangan pernyataan Dewan Keamanan untuk mendukung inisiatif gencatan senjata, yang belum lama ini diumumkan utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan.

Rancangan pernyataan ini nantinya akan dibahas bersama 15 negara anggota Dewan Keamanan dalam dua hari mendatang.

Sementara itu, pemerintah Suriah kembali mengulangi janjinya untuk menjalankan proposal damai yang diajukan PBB-Liga Arab.

Namun di saat bersaman, militer Suriah terus menggempur kantung-kantung kelompok oposisi.

Susan Rice mengatakan sebenarnya anggota Dewan Keamanan terpecah sikapnya terkait tindakan yang harus dilakukan untuk menekan Damaskus.

Gencatan senjata adalah salah satu bagian dari rencana Kofi Annan yang juga menyerukan sebuah proses politik yang menyerap aspirasi rakyat Suriah.

Beberapa tuntutan rakyat itu antara lain pembebasan tahanan, akses bantuan kemanusiaan, memberikan akses masuk untuk wartawan dan hak melakukan unjuk rasa

Sementara itu, Presiden Majelis Umum PBB Nassir Abdulaziz al-Nasser telah meminta Annan untuk menjelaskan misinya di Suriah kepada majelis umum PBB.

Nasser menambahkan Annan dijadwalkan akan memberikan penjelasannya pada 13 April mendatang. (Erabaru/bbc.co.uk/sua)

 

Bagikan halaman ini ke :

|