| Pengacara HAM Ditangkap setelah Kunjungan Obama ke China |
| Oleh: Gary Feuerberg | Kamis, 26 November 2009 |
|
Chris Smith, seorang Republikan dari New Jersey, telah diminta untuk menyelenggarakan konferensi pers darurat di Capitol Hill pada 23 November. Dia mengatakan bahwa jika pemerintah AS tidak mengambil tindakan, rezim komunis mungkin meningkatkan penganiayaan Jiang dengan "show trial" dan penjara di kamp kerja paksa. "Beberapa pimpinan aktivis ditangkap, dilecehkan, ditendang, dipukuli, diancam, dan ditahan segera sebelum, selama, dan setelah kunjungan presiden Obama." Kata anggota Kongres Smith. Sebelum penangkapannya, Jiang baru saja kembali ke China setelah empat minggu di Amerika Serikat. Dia telah memberi kesaksian dua kali di Capitol Hill dalam pengalamannya membela korban aborsi paksa dan sterilisasi, bagian dari kebijakan represif satu anak China. Kongres memiliki kewajiban untuk melindungi saksi, kata Smith, pelecehan dan ancaman terhadap Jiang adalah serangan terhadap Kongres. Kedutaan Besar Amerika Serikat di China diminta memprakarsai gagasan Jiang dan pengacara pembela hak-hak lainnya untuk bertemu dengan Presiden Obama di China, menurut sebuah wawancara Jiang diserahkan kepada Hak Asasi Manusia di China (HRIC). Kedutaan tidak menyatakan pendapat dan akhirnya berkata "tidak" untuk Jiang ketika ia menelpon dari sebuah lokasi dekat kedutaan, katanya. Segera setelah panggilan telepon ini ke kedutaan, 200 polisi dikerahkan dan menginterogasi Jiang dan seorang koleganya selama lebih dari satu jam, kata Jiang. Dia dan koleganya ditahan sampai Obama meninggalkan China sore itu. Keesokan paginya Jiang ditangkap ketika ia dan istrinya sedang mengantar anak perempuan mereka yang berusia tujuh tahun ke sekolah. Ketika Jiang menanyakan keabsahan penahanannya, polisi mengatakan kepadanya bahwa ia ditahan karena "menyerang polisi," menurut Amnesty International. Jiang mengatakan kepada HRIC bahwa dia kemudian mengetahui bahwa "selama penahanannya, dua polisi pergi ke sekolah putrinya dan menceritakan kepada gurunya bahwa mereka berada di sana karena ayahnya memukul seorang polisi." Setelah diinterogasi lebih dari 13 jam, Jiang diberitahu bahwa dia bisa pulang. Dia mengatakan kepada HRIC bahwa kepala interogator, Huang Bo, berkata kepadanya, "Anda belum melihat yang terakhir dari yang ini." Kata-kata ini membuat khawatir anggota Kongres Frank Wolf dan Smith. Pengawasan terhadap Jiang telah ditingkatkan dengan mengerahkan lebih banyak polisi, dan mobil polisi tambahan, kata Smith. Rumahnya sudah berada di bawah pengawasan sejak 31 Juli ketika sebuah pos didirikan di luar apartemen Jiang - yang dijaga 24 jam sehari. Obama Didesak untuk Bertindak
Smith menyerukan pemerintah AS untuk bertindak. Dia menyarankan Presiden Obama memanggil pemimpin rezim China Hu Jintao dan mengatakan padanya bahwa Jiang tidak boleh diganggu hanya karena ia ingin berbicara dengan Obama. Duta Besar AS untuk China harus mengantar Jiang ke rumahnya dan "berada dipihaknya," kata Smith. Wolf setuju, mengatakan, "Itulah yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya." Perbuatan Jiang Menempatkan Hidupnya Dalam BahayaDalam kesaksiannya di Capitol Hill pada 10 November Jiang berbicara tentang cobaan berat wanita 24 tahun karena aborsi paksa. "Para pejabat memegang dia di tempat tidur dan memberinya suntikan beracun, meskipun bayinya akan segera lahir. Jarum menembus perut mengenai janinnya yang berusia sembilan bulan. Wanita itu berkata, "Pada mulanya, saya bisa merasakan bayi saya menendang-nendang; setelah beberapa saat dia berhenti." Sepuluh jam kemudian, ia melahirkan seorang bayi mati. Pejabat melemparkan mayat bayi ke dalam ember." Reggie Littlejohn, presiden dari Women's Rights Without Frontiers, mengatakan bahwa Jiang telah mempertaruhkan hidupnya untuk mengatakan kepada dunia tentang "kekejaman terbesar hak asasi manusia terhadap perempuan dalam sejarah manusia." Littlejohn bersama dengan peserta panel mengutip kata-kata Jiang, yang mengatakan secara pribadi kepada yang lain didalam pertemuan: "Saya khawatir jika saya kembali ke China. Jika sesuatu terjadi pada saya, bisakah anda melindungi istri dan anak saya? " (EpochTimes/dia) |
Washington - Tianyong Jiang, seorang pengacara hak asasi manusia veteran, telah ditahan secara tidak sah selama kunjungan Obama ke China baru-baru ini, dan berada di bawah ancaman dari rezim China atas usahanya untuk bertemu dengan presiden Amerika pada waktu itu, kata anggota Kongres Chris Smith.
Smith menyatakan kekesalannya kepada pihak berwenang China karena menganiaya pembela hak asasi manusia, terutama sebagai jawaban atas kunjungan presiden Amerika, dan menyebutnya sebagai "penghinaan" terhadap orang-orang yang terhormat dan beradab.

Mozilla Firefox