Era Baru News >> Internasional >> Internasional >> Mesir Perbolehkan 100 Demonstran Ke Gaza
Mesir Perbolehkan 100 Demonstran Ke Gaza
Ditulis oleh Era Baru News Rabu, 30 Desember 2009

Kairo  - Para pemimpin unjuk rasa yang terdampar di Kairo menerima tawaran Mesir Selasa (29/12)untuk membolehkan hanya 100 dari sekitar 1.300 pengunjuk rasa ke Gaza yang diblokade setelah para aktivis itu melakukan demonstrasi dan mogok makan.

Keputusan tersebut membagi para utusan dari lebih 40 negara yang datang ke Kairo untuk merencanakan dapat mencapai daerah kantung Palestina, yang membagi perlintasan Rafah dengan Mesir itu.

Beberapa penyelenggaranya mengatakan tawaran Mesir tersebut merupakan kemenangan setelah negara itu pada awalnya menolak untuk membolehkan beberapa dari pengunjuk rasa ke Jalur Gaza untuk ikut Pawai Pembebasan Gaza yang dijadwalkan akan berlangsung Kamis.

"Itu kemenangan sebagian," kata Medea Benjamin, aktivis Amerika dan salah seorang penyelenggara demonstrasi tersebut. "Itu menunjukkan bahwa tekanan massa memiliki pengaruh."

Mereka mengatakan kementerian Luar Negeri Mesir telah menawarkan untuk membiarkan mereka memilih 100 utusan yang akan diizinkan masuk ke Gaza. Mereka akan meninggalkan Kairo menuju Gaza Rabu pagi.

Para aktivis melakukan demonstrasi dan duduk-dukuk di sekitar Kairo untuk mendesak masuk ke Gaza. Puluhan aktivis Prancis berkemah di depan kedutaan besar mereka di Kairo setelah izin lewat (perlintasan Rafah ke Gaza) ditolak.

Tawaran itu, bagaimanapun, membuat marah banyak aktivis. Seorang organisator Prancis menolak tawaran itu sebagai memecah-belah dan mengatakan aksi duduk di depan kedutaan besar Prancis akan diteruskan.

"Ini hanya memberi pemerintah Mesir penampilan dan kesempatan mengatakan kami telah memperbolehkan orang lewat," kata Bassem Omar, seorang demonstran Kanada. Para aktivis yang tinggal di Kairo mengatakan mereka telah merencanakan demonstrasi lagi.

Mesir mengatakan negara itu telah melarang pengunjuk rasa tersebut karena "keadaan sensitif" di Gaza. Negara itu menolak untuk secara tetap membuka perlintasan Rafah sejak kelompok Islam garis keras Hamas mengambil alih Gaza pada 2007, tapi membukanya selama beberapa hari setiap bulan.

Menlu Mesir Ahmed Abul Ghet menyatakan sebelumnya pada konferensi pers bahwa negaranya akan membolehkan beberapa dari demonstran itu untuk masuk ke Gaza.

"Kami sedang memeriksa untuk memperbolehkan sejumlah terbatas ... dalam beberapa hari yang akan datang ini," jelasnya. Ia menuduh sejumlah demonstran yang lain "berkonspirasi" melawan Mesir dan mengatakan mereka dapat tetap "di jalanan".

Mesir dengan penuh semangat melawan tuduhan keterlibatan dalam blokade Gaza, yang menghancurkan musim dingin lalu pada saat perang antara penguasa Hamas dan Israel yang menewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina dan 13 orang Israel.

Secara terpisah, para penyelenggara konvoi bantuan lainnya yang berupaya mencapai Gaza -- Viva Palestina yang dipimpin oleh anggota parlemen Inggris George Calloway -- mengatakan mereka akan menuju Suriah dalam perjalanan ke Mesir setelah terdampar di pelabuhan Aqaba di Laut Merah di Jordania selama lima hari.

Mereka merencanakan menuju Gaza dari pelabuhan Nuweiba di Laut Merah -- rute paling dekat -- tapi Mesir bersikeras konvoi itu hanya dapat masuk melalui El-Arish, di pantai Laut Tengahnya.(ant/sys)