| Letusan Dahsyat Gunung Berapi Nyaris Akibatkan Bumi Kiamat |
| Era Baru | Kamis, 04 Februari 2010 |
|
Ledakan itu pada sklala yang belum pernah disaksikan oleh manusia dan terjadi bahkan sebelum dinosaurus muncul ketika bumi dipadati makhluk yang kini telah punah. Memuntahkan lava dan debu dari bawah laut dangkal yang meyelimuti Emeishan, barat laut China dan menghujani tumbuhan serta hewan primitif di benua yang dikenal sebagai Pangaea---yang kemudian terpecah menjadi benua Afrika, Amerika Selatan, Australia dan Antartika. Letusan tersebut memuntahkan sekitar setengah juta kilometer kubik lava, mencakup satu wilayah dengan luas lima kali wilayah Wales. Seperti dilansir Telegraph, para ilmuwan telah mampu menentukan letusan itu dengan waktu yang tepat dan secara langsung mengkaitkannya dengan peristiwa kepunahan masal akibat muntahan lava, yang kini muncul sebagai lapisan khusus bebatuan dari magma disisipi bebatuan sedimen dengan kandungan fosil yang mudah mendata kehidupan laut. Pakar paleontologyi Profesor Paul Wignal dari Universitas Leeds, mengatakan: "Ketika dengan cepat mengalir, kekentalan rendah magma memenuhi laut dangkal, hal itu seperti melempar air ke dalam sebuah panci, ledakan dahsyat yang terjadi menghasilkan awan raksasa. Semburan sulphur dioksida ke dalam atmosfir---akibat campuran lava dengan air akan menyebabkan terbentuknya awan besar yang menyebar ke seluruh dunia. Peristiwa tersebut mendinginkan planet ini, yang akhirnya mengakibatkan semburan hujan asam. Para ilmuwan memperkirakan dari catatan fosil bahwa bencana lingkungan terjadi pada awal letusan. Sejumlah pakar geologi umumnya menyetujui terjadinya beberapa peristiwa penting dalam sejarah Bumi yang berlaku saat ini termasuk pecahnya Pangaea dan kemungkinan terjadinya perubahan iklim planet. Ada pula kepunahan masal pada kehidupan di Bumi ketika 96 persen dari seluruh spesies laut dan sekitar 70 persen spesies daratan punah. Letusan raksasa seperti ini kemungkinan telah mempengaruhi iklim planet karena pancaran letusan dahsyat dapat menyebarkan partikel debu serta gas beracun ke atas atmosfir di seluruh dunia. Profesor Wignall menambahkan temuan yang dipublikasikan pada Ilmu Pengetahuan: "Kepunahan tiba-tiba dari kehidupan laut dengan jelas dapat kita lihat dalam catatan yang mengaitkan letusan gunung berapi dahsyat dengan bencana lingkungan global, sebuah korelasi yang seringkali kontroversial." (Telegraph/sua) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pabrik Nuklir Bocor VS Hak-hak Negara Bagian
- Gempa Chili Geser Kota Hingga 10 Kaki
- Otobiografi Dalai Lama Diterbitkan Dalam Bahasa China
- Komnas HAM Panggil Dubes China untuk Indonesia
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Teknologi Modern Berdampak Pada Menurunnya Kemampuan Fisik Manusia
- 7 Sen
- Misteri Penampakan Naga
- Membayangkan Plum Dapat Menghentikan rasa Haus
- Misteri Penampakan Naga
- Korban Penyergapan Teroris Aceh Bertambah
- Cara Mengecilkan Perut
- 'Udumbara' Bunga Budha Langka, Ditemukan di Tiongkok
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Gempa Chili Telah Memperpendek Rentang Hari
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Artikel Tentang ‘Udumbara’ Lenyap Dari Media China
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Baku Tembak Polisi dan Teroris, Sepuluh Orang Tumbang
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Menimbang Sejenak Ajaran Lurus
Penelitian baru menyingkap, sebuah letusan gunung berapi yang hampir melenyapkan semua kehidupan di bumi 260 juta tahun silam.

Mozilla Firefox