| Gempa Bumi Bencana yang Tak Bisa Diramalkan dan Mematikan |
| Era Baru | Kamis, 04 Februari 2010 |
|
Angin topan dan bencana alam lainya mungkin bisa dideteksi sebelumnya, alat pendeteksi dan satelit biasanya memberi kesempatan penduduk untuk bersiap-siap, kata Dr. Harley Benz, kepala ilmuwan di US Geological Survey (USGS) National Earthquake Information Center. Gunung berapi juga mirip, katanya. Biasanya selama periode peringatan sebelum terjadi letusan, penduduk bisa bersiap-siap melakukan evakuasi. Tetapi memprediksi gempa bumi adalah sangat sulit. "Kita tidak bisa mendeteksi dengan ketepatan tinggi kapan gempa akan terjadi," katanya. "Kami dapat meramalkan gempa bumi lebih baik, dengan mengidentifikasi arah patahan." USGS memperkirakan beberapa juta gempa terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, meskipun kebanyakan tidak terdeteksi karena terjadi di tempat yang jauh atau kekuatannya tidak tinggi. Kilas Gempa Bumi 2009Gempa mengejutkan terjadi di Sichuan, China, pada 2008 dan tahun ini di Haiti, berjarak kurang dari setahun. , Menurut USGS pada 2009 setidaknya 1.783 kematian di seluruh dunia karena aktivitas gempa bumi Kebanyakan kematian ini terjadi pada 2009, dengan kekuatan 7,5 skala Richter yang mengakibatkan korban setidaknya 1.117 orang di Sumatera Barat, Indonesia, pada 30 September lalu, menurut USGS dan dikonfirmasi oleh kantor PBB untuk urusan koordinasi Kemanusiaan. Meskipun tidak berhubungan, gempa Indonesia pada 30 September terjadi sehari setelah gempa terbesar dalam tahun itu, dengan kekuatan 8.1 pada 29 September di Kepulauan Samoa, menurut laporan USGS. Tsunami akibat gempa bumi membunuh 192 orang di Samoa Amerika, Samoa dan Tonga. Gempa dengan kekuatan 6.3 menyerang kota kuno L’Aquila di Italia Tengah pada 6 April, membunuh 295 orang. Secara keseluruhan, gempa bumi telah mengambil nyawa manusia di 15 negara di empat benua selama 2009. Menurut laporan USGS, tahun lalu juga menandai peringatan lima tahun gempa berkekuatan 9.1 di Pulau Sumatera dan menyebabkan tsunami pada Desember 2004. Gempa dan tsunami tersebut membunuh 227.898 orang, merupakan korban terbesar keempat karena gempa bumi dan korban tsunami terbesar sepanjang sejarah. Haiti dan SichuanFaktor seperti ukuran gempa, lokasi, dan kedalaman gempa berhubungan dengan pusat populasi, dan kerentanan bangunan, peralatan, dan jalan semuanya mempengaruhi bagaimana gempa bumi akan berpengaruh pada komunitas di sana, kata USGS. Gempa Sichuan dengan kekuatan 7.9 skala Richter pada 2008 menyebabkan lebih dari 80.000 kematian, dan Haiti memperkirakan 200.000 kematian. "Dalam kasus Haiti, kesalahan telah dipelajari dengan baik dalam beberapa tahun ini," kata Benz. "Sehingga ini adalah kesalahan yang tidak diketahui." Benz mengatakan Port-au-Prince pernah mengalami gempa parah pada 1751 dan 1770. Yang menjadi perhatian jangka panjang adalah membangun kembali Haiti untuk menghadapi gempa kuat yang potensial dan tak dapat dihindari pada masa yang akan datang, katanya. "Mereka perlu membuat struktur bangunan yang fleksibel sehingga tidak menyebabkan bencana sebesar yang kita lihat." Gempa Bumi dan Risiko ASDi Amerika Serikat, gempa bumi adalah ancaman bagi 75 juta orang di 40 negara bagian, kata USGS. Gempa terbesar tahun 2009 di 50 negara bagian Amerika sekali lagi terjadi di kepulauan Aleutian Alaska. Gempa berkekuatan 6.5 ini terjadi di Kepulauan Fox pada 13 Oktober. Ini bisa dirasakan di Kota Akutan dan Unalaska, tetapi tidak ada korban. USGS mengatakan gempa terbesar sepanjang tahun di AS berkekuatan magnitut 5.2 pada 2 Oktober di Owens Valley sebelah tenggara Long Pine, California. Karena jarangnya populasi di daerah pusat gempa, gempa tersebut tidak menyebabkan korban meskipun bisa dirasakan dari jarak sejauh Merced dan Los Angeles, California dan Las Vegas, Nevada. Benz mengatakan USGS akan mempelajari setiap patahan yang aktif, tetapi ada beberapa juta, sehingga prioritas akan diberikan di tempat seperti Anchorage, Seattle, Portland, Reno, Carson, Salt Lake City, Nevada, St. Louis, dan Memphis. Mempelajari Patahan dan Sistem PeringatanUSGS menyiapkan 9 stasiun pengamat gempa di seluruh perairan Karibia di daerah perbatasan selatan AS setelah adanya gempa dan tsunami 2004. Pusat operasi gempa 24 jam sehari juga dibuka di USGS National Earthquake Information Center. (Charlotte Cuthbertson/The Epoch Times/rob) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Demokrat Ganjalan DPR Gunakan Hak Menyatakan Pendapat
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Hadiah Nobel Obama Disumbangkan untuk Amal
- China Desak Google untuk Beradaptasi
- China Menekan Portland Atas Pawai Tibet
- Bencana Alam Semesta Menjelaskan Terhentinya Pertumbuhan Galaksi
- Tombak dan Perisai Terkuat di Dunia?
- Asal Usul Nama Gunung Fujiyama
- Sebuah Keuntungan Kecil Berakibat Hal yang Berat
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Misteri Penampakan Naga
- Tanduk Misterius Seorang Nenek
- NASA Rilis Gambar Pertama Dari Pemetaan Antariksa
- Saat Menstruasi Jangan Minum Teh Hijau
- Latihan Militer Teroris di Aceh Dikendalikan Dulmatin
- Jamur yang Bisa Membuat Menari
- Kemampuan Fisik Manusia Merosot Karena Teknologi Modern
- Ribuan UFO Kepung Matahari, Penampakkan Peradaban Luar Bumi
- Kemarau Panjang Semakin Parah di China
- Kisah Momotaro
- Tips Memperpanjang Umur Baterai Laptop
- Carlos Slim Helu Orang Terkaya Di Dunia
Gempa bumi terjadi dengan tiba-tiba, tanpa pertanda apapun, dan jika terjadi di dekat daerah pemukiman, kehancurannya bisa luar biasa.


Mozilla Firefox